Oleh: Anselmus Dore Woho Atasoge
UMAT Paroki San Juan Lebao Tengah, Dekenat Larantuka, Keuskupan Larantuka, merayakan pesta ganda pada Rabu (24/6/2026).
Selain memperingati Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis sebagai pelindung paroki yang ke-74, juga dilaksanakan pelantikan dan serah terima jabatan pastor paroki dari RD. Sirilus Lela Wutun kepada RD. Josef da Silva.
Perayaan Ekaristi yang berlangsung khidmat dipimpin oleh RD. Sirilus Lela Wutun dan didampingi sejumlah imam termasuk Deken Wilayah Larantuka, RD. Lukas Laba Erap, yang juga menyampaikan homili. Dalam kotbahnya, RD. Lukas menekankan pentingnya refleksi atas panggilan dan perutusan sebagai murid-murid Yesus.
“Peristiwa ini adalah momentum rahmat untuk merefleksikan kembali panggilan dan perutusan sebagai murid-murid Yesus. Itu berarti kita terus belajar untuk beralih dari hal-hal formalitas-seremonial kepada kedalaman misteri ilahi yang tersembunyi,” ujar RD. Lukas dalam homilinya.
RD. Lukas mengajak seluruh umat untuk meneladani kerendahan hati Santo Yohanes Pembaptis. Menurutnya, pelayanan bukanlah jalan untuk menonjolkan kehebatan diri atau mencari sanjungan manusia.
“Keberhasilan sejati diukur dari bagaimana keuletan kita menuntun jiwa-jiwa untuk menemukan Kristus, melalui pewartaan Sabda dan pelayanan Sakramen yang menyembuhkan,” tegasnya.
Dalam sambutannya yang merupakan kali terakhir berdiri di mimbar sebagai pastor paroki, RD. Sirilus Lela Wutun menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelayanannya selama lebih dari dua tahun di Paroki San Juan Lebao Tengah.
“Terima kasih kepada Umat San Juan yang telah menjadi orangtua dan saudara-saudari saya, memberikan hati dan perhatianmu untuk saya selama dua tahun lebih berada di paroki San Juan ini. Satu tahun lebih sebagai pastor rekan dan sebelas bulan sebagai pastor paroki,” ucap RD. Sirilus dengan penuh haru.
RD. Sirilus juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas segala sikap, tutur kata, dan kebijakan pastoral yang mungkin telah menyinggung atau melukai hati umat.
Kepada pastor paroki yang baru, RD. Sirilus berpesan agar Paroki San Juan Lebao Tengah dapat menjadi rumah persaudaraan yang hangat, di mana kasih Kristus semakin dirasakan banyak orang.
Sementara itu, pastor paroki yang baru dilantik, RD. Josef da Silva, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk melayani di Paroki San Juan Lebao Tengah.
Dalam sambutannya, RD. Josef mengakui bahwa ia datang bukan dengan membawa semua jawaban atas berbagai tantangan yang ada. “Saya datang dengan hati yang terbuka untuk mendengarkan, belajar, dan berjalan bersama,” ujarnya.
RD. Josef juga mengungkap fakta menarik bahwa ia bukan orang baru di paroki ini. “Dua puluh dua tahun yang lalu, tepatnya pada bulan April hingga Juli tahun 2004, saya pernah menjalani masa Praktik Diakonat di paroki ini. Selama kurang lebih tiga bulan, saya belajar mengenal kehidupan umat,” kenangnya.
Momen ini, baginya, lebih dari sebuah peristiwa administratif, dan telah menjadi peristiwa iman. “Saya percaya ini bukan kebetulan. Ini adalah bagian dari karya penyelenggaraan Tuhan yang selalu mempunyai cara-Nya sendiri untuk mempertemukan kembali seseorang dengan tempat yang pernah ikut membentuk perjalanan panggilannya,” ungkap RD. Josef.
Menyadari luasnya wilayah pastoral dan kompleksnya tantangan yang dihadapi, RD. Josef menekankan bahwa pelayanan pastoral bukanlah tugas pastor seorang diri.
“Ini adalah karya bersama seluruh umat Allah. Saya membutuhkan kerja sama, dukungan, keterlibatan, dan terutama doa dari seluruh umat sekalian. Sebab hanya dengan berjalan bersama kita dapat membangun Gereja yang semakin hidup, semakin peduli, dan semakin menghadirkan wajah Kristus di tengah dunia,” pungkasnya.
RD. Josef menutup sambutannya dengan meminta doa dari seluruh umat Paroki San Juan Lebao Tengah agar ia mampu menjadi pastor yang hadir di tengah umat, mau mendengarkan, mampu merangkul, berani berjalan bersama umat dalam suka dan duka kehidupan, dan tetap setia kepada Kristus Sang Gembala Agung.
Pada momen ini pula, RD. Boni Hurint sebagai panitia menegaskan bahwa perayaan dilanjutkan dengan prosesi San Juan pada malam hari, serta berbagai rangkaian acara lainnya yang telah disiapkan oleh panitia pesta pelindung paroki. *










