LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pulau Kelor di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) layak dijadikan salah satu spot unggulan di Mabar. Alamnya indah dan unik. Wisatawan yang datang ke sana sepertinya tak kenal waktu, 24 jam.
Demikian Nur Alwi, pelaku pariwisata/UKM di Mabar melalui WhatsApp (WA) kepada media ini di Labuan Bajo belum lama berselang.
Menurut Nur Alwi, Pulau Kelor bagian dari Kecamatan Komodo Mabar. Dekat dengan Labuan Bajo ibu kota Mabar yang juga sebagai kota Kecamatan Komodo.
Nusa mini ini (Pulau Kelor), juga letaknya tak jauh dari kawasan Taman Nasional Komodo (TNK). Dan secara administrasi TNK bagian dari Mabar.
Pulau Kelor tak berpenduduk tetap. Hanya yang berjualan yang datang silih berganti setiap saat di pulau kecil bernama Kelor. Mereka berjualan macam-macam, antara lain suvenir, dan minuman. Mereka berjualan di bawah tenda-tenda seadanya, terkesan kumuh.
Panorama Pulau Kelor fantastis. Berpantai pasir putih. Dari atas punggung bukit kecil Kelor dapat melihat lekukan gunung di daratan Flores. Bukit kecil nan terkesan gersang itu juga untuk hiking.
Degradasi air laut yang membentuk warna hijau muda dan biru tua yang sangat indah, juga dapat melihat tempat baby shark (anak-anak Hiu berkumpul). Yang ini juga sangat menarik bule-bule untuk snorkeling bersama baby shark.
Jika spot satu ini diurus sempurna oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar, diyakini dapat mendongkrak penerimaan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Mabar kelak. Potensi sangat menjanjikan.
“Sepertinya nusa mini itu (Pulau Kelor) satu satunya destinasi wisata yang dikunjungi 24 jam oleh wisatawan. Malam hari puluhan kapal datang untuk party di Pulau Kelor. Pas kalau Pulau Kelor dijadikan Wisata Unggulan Manggarai Barat,” kata Nur Alwi. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando










