Warga Translok Nggorang Manggarai Barat Minta Jaminan Pemerintah Tertibkan Ternak - FloresPos Net

Warga Translok Nggorang Manggarai Barat Minta Jaminan Pemerintah Tertibkan Ternak

- Jurnalis

Kamis, 5 Juni 2025 - 17:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Warga Transmigrasi Lokal (Translok) Nggorang, Desa Persiapan Golo Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT, minta jaminan pemerintah tertibkan ternak yang lepas bebas di wilayah itu.

Karena banyak tanaman milik masyarakat setempat hancur dirusaki binatang-binatang itu, seperti sapi dan kambing.

Nobertus Ludi, warga Translok Nggorang, menyampaikan itu kepada Florespos.net, di Labuan Bajo, Selasa (3/6/2025) malam.

Menurutnya, ditengarai di Translok Nggorang banyak oknum warga yang memelihara sapi dan kambing tidak diikat atau dikandang. Tetapi dilepas liar di alam bebas.

Dampaknya tak sedikit tanaman warga setempat, seperti ubi, pisang dan lain-lain habis dirusak dan dimakan binatang-binatang itu.

Baca Juga :  Uskup Budi Kleden Tahbiskan 13 Imam Baru di Paroki Soa

Kebun atau pekarangan rumah biar dipagar kuat, hewan-hewan tersebut tetap masuk dan memakan habis segala isi kebun/pekarangan warga, entah pisang, ubi kayu dan lain-lain.

Padahal,  ungkap Ludi, pisang, ubi dan lain-lain merupakan sandaran hidup masyarakat setempat Translok Nggorang, lebih khusus dirinya.

“Komoditi-komoditi tersebut selain untuk makan/ dikonsumsi keluarga, juga dijual untuk dapat uang,” katanya.

Masih menurut pria bujang tersebut, beberapa tahun lalu pernah dilakukan penertiban ternak di wilayah Translok Nggorang oleh pemerintah dan lain-lain. Tanaman warga seperti pisang, ubi dan lain-lain-lain aman.

Tetapi belakangan operasi rutin penertiban ternak tidak lagi dilakukan di Translok Nggorang. Sehingga binatang-binatang itu, sapi dan kambing kembali merajalela memakan habis tanaman milik warga.

Baca Juga :  Pentahbisan Uskup Labuan Bajo, Berikut 4 Agenda Utama Acara Tahbisan

Untuk itu mohon jaminan pemerintah untuk kembali menertibkan sapi, kambing dan lain-lain di Translok Nggorang agar tanaman warga aman.

“Binatang-binatang itu hama besar. Pemilik ternaknya enak, jual itu dapat uang beli makan dan lain-lain. Kita yang lainnya mati bodoh. Karenanya tolong pemerintah bunuh mati saja ternak-ternak itu,” ujar Ludi bernada kesal dan kecewa.

Atas suara Nobertus Ludi, media ini belum berhasil meminta tanggapan Pemerintah Desa Persiapan Golo Tanggar, Kecamatan Komodo, Mabar. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU
Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani
Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi
STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0
Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT
Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:11 WITA

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:38 WITA

Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:16 WITA

Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi

Berita Terbaru

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA