LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Warga Transmigrasi Lokal (Translok) Nggorang, Desa Persiapan Golo Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT, minta jaminan pemerintah tertibkan ternak yang lepas bebas di wilayah itu.
Karena banyak tanaman milik masyarakat setempat hancur dirusaki binatang-binatang itu, seperti sapi dan kambing.
Nobertus Ludi, warga Translok Nggorang, menyampaikan itu kepada Florespos.net, di Labuan Bajo, Selasa (3/6/2025) malam.
Menurutnya, ditengarai di Translok Nggorang banyak oknum warga yang memelihara sapi dan kambing tidak diikat atau dikandang. Tetapi dilepas liar di alam bebas.
Dampaknya tak sedikit tanaman warga setempat, seperti ubi, pisang dan lain-lain habis dirusak dan dimakan binatang-binatang itu.
Kebun atau pekarangan rumah biar dipagar kuat, hewan-hewan tersebut tetap masuk dan memakan habis segala isi kebun/pekarangan warga, entah pisang, ubi kayu dan lain-lain.
Padahal, ungkap Ludi, pisang, ubi dan lain-lain merupakan sandaran hidup masyarakat setempat Translok Nggorang, lebih khusus dirinya.
“Komoditi-komoditi tersebut selain untuk makan/ dikonsumsi keluarga, juga dijual untuk dapat uang,” katanya.
Masih menurut pria bujang tersebut, beberapa tahun lalu pernah dilakukan penertiban ternak di wilayah Translok Nggorang oleh pemerintah dan lain-lain. Tanaman warga seperti pisang, ubi dan lain-lain-lain aman.
Tetapi belakangan operasi rutin penertiban ternak tidak lagi dilakukan di Translok Nggorang. Sehingga binatang-binatang itu, sapi dan kambing kembali merajalela memakan habis tanaman milik warga.
Untuk itu mohon jaminan pemerintah untuk kembali menertibkan sapi, kambing dan lain-lain di Translok Nggorang agar tanaman warga aman.
“Binatang-binatang itu hama besar. Pemilik ternaknya enak, jual itu dapat uang beli makan dan lain-lain. Kita yang lainnya mati bodoh. Karenanya tolong pemerintah bunuh mati saja ternak-ternak itu,” ujar Ludi bernada kesal dan kecewa.
Atas suara Nobertus Ludi, media ini belum berhasil meminta tanggapan Pemerintah Desa Persiapan Golo Tanggar, Kecamatan Komodo, Mabar. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando










