BAJAWA, FLORESPOS.net-Wakil Bupati (Wabup) Ngada Bernadinus Dhey Ngebu menyebut sejumlah pelaku usaha sudah melakukan investasi sejak pertemuan Pelaku Usaha Julid 1 pada April 2025.
Ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/4/2026), Wabub Berni Dhey menjelaskan Pemerintah Daerah telah melakukan upaya dengan menghadirkan sejumlah pelaku usaha di Kabupaten Ngada.
Para pelaku usaha yang bergerak di Bidang Ekonomi, Pendidikan atau Peningkatan Sumber Daya Manusia telah menunjukan bukti berinvestasi di Kabupaten Ngada serta membantu meningkatkan ekonomi serta sumber daya manusia Kabupaten Ngada.
Sementara PT. JYN Group Indonesia telah berkantor di Kabupaten Ngada bidang usaha adalah Kopi bahkan akan melakukan pengembangan Kopi dengan cara plasma inti dan masyarakat sebagai plasma.
“Tanah tetap milik masyarakat dan dengan sistem plasma inti dan teknis di lapangan melibatkan jenis terkait dan perusahaan tersebut,” katanya.
Lainnya, jelas Wabup, yakni PT. Hinindo Power yang bergerak di bidang pengolahan kelapa. Saat ini dalam tahap melakukan survei tanah dan akan membangun tiga UPH yaitu di Bekek di Kecamatan Riung, Utaseko, Kecamatan Golewa Selatan dan Kecamatan Inerie Direkturnya sekarang berada di Kabupaten Ngada.
PT. Artoda Boga Cipta sudah beroperasi selama 3 tahun untuk pengembangan kopi dan fokusnya pada green bean kopi.
PT. Bumi Agrindo Sejahtera yang sebelumnya mengurus tentang Kemiri Sunan di Kecamatan Wolomeze namun telah 7 tahun tidak beroperasi. Saat ini telah melakukan kerjasama dengan masyarakat Desa Nginamanu, Denatana dan Denatana Timur.
Selanjutnya, PT.Gaja Gora Sejahtera yang mana kegiatannya telah memiliki Ruko dan Advokasi Hukum di Jakarta untuk urusan Kopi Bajawa.
“Ada beberapa cafe di Jakarta menggunakan nama Bajawa namun belum dipastikan menjual Kopi Bajawa,” ungkap Wabup.
Selain itu, kata Wabup, PT Gaja Gora memasarkan kopi asli Bajawa yang didatangkan dari pejabat serta bersertifikat MPIG.
Berikutnya PT. Faobata Coffee Company juga mengurus Kopi. Yayasan Karya Dua Anyam baru mulai merintis pengembangan rumput laut. Yang pasti juga adalah Grup Sudamala Resort Komodo pada tahun ini juga akan membangun Hotel Bintang 5 di wilayah Manulalu.
PT Rumah Kopi Bajawa telah melakukan ekspor pada tahun 2025 sebanyak 22 ton bekerjasama dengan BUMDES Mukufoka, Kecamatan Bajawa.
Untuk komoditi kemiri melalui DSA Kemiri Ngada telah beberapa kali mengirim kemiri dari Desa Ingena, Kecamatan Bajawa Utara sehingga ada 12 pelaku usaha di bidang ekonomi yang telah beraktivitas di Kabupaten Ngada.
Untuk investasi di bidang sumber daya manusia atau pendidikan pihaknya telah bekerja sama dengan Institut Teknologi Bisnis STIKOM. Dimana melaksanakan kegiatan kuliah di Bali magang ke di Jepang.
“Pemerintah daerah mengintegrasi semester 1 dan 2 dimana semester selanjutnya mereka telah kerja sehingga dapat mencicil,” kata Wabup.
Juga Institut Teknologi dan Sain Mandala Jember, Pemda Ngada telah mengirim sebanyak 152 anak Ngada di mana jatah KIP untuk kampus tersebut diberikan kepada anak-anak Ngada.
Universitas Kristen Indonesia ( UKI ) Jakarta dalam MoU meminta untuk lima orang anak namun melalui proses seleksi baik dilakukan melalui Zoom ataupun mereka akan datang sendiri untuk jurusan teknik. Dan terbuka kemungkinan untuk jurusan lain.
Untuk Universitas Budi Luhur Jakarta lewat beasiswa ada dalam kampus tersebut yakni Merajut Nusantara juga beasiswa untuk para atlet olahraga voli, bola kaki dan futsal.
“Ada 7 Perguruan Tinggi di luar Kabupaten Ngada yang terlibat kerjasama termasuk Universitas ITSK dr Soepraon Malang juga meminta 5 orang untuk mendapat program beasiswa. Selain itu dua kampus Kabupaten Ngada yakni STIPER FB dan STKIP Citra Bakti,” kata Wabup.
Sementara di Bidang Sosial, kata Wabup, ada Lembaga Gerakan Sepenuh Hati untuk program rumah singgah yang juga sudah membantu masyarakat Ngada untuk berobat dan pelayanan rumah singgah di Bali dan Jakarta serta Yayasan Wolosasa pengembangan agrowisata dan wisata rohani di Wolosasa, Kecamatan Golewa. *
Penulis : Wim de Rosari
Editor : Wentho Eliando










