Pelajar 17 Tahun di Nagekeo Ditemukan Tak Bernyawa di Pondok Sawah - FloresPos Net

Pelajar 17 Tahun di Nagekeo Ditemukan Tak Bernyawa di Pondok Sawah

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 14:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi dibantu warga memasang garis polisi pada pondok  tempat penemuan jenazah seorang pelaljar yang meninggal tidak wajar.

Polisi dibantu warga memasang garis polisi pada pondok tempat penemuan jenazah seorang pelaljar yang meninggal tidak wajar.

MBAY, FLORESPOS.net-Seorang pelajar berusia 17 tahun berinisial AFG ditemukan Tak bernyawa di sebuah pondok persawahan di Watubha, Desa Gero, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, Jumat (10/4/2026) pagi.

Demikian hal itu disampaikan Kapolres Nagekeo melalui PLH Kasi Humas Polres Nagekeo, Iptu Melki Tunu kepada Floresppos.net, Sabtu (11/4/2026) pagi.

Iptu Melki menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi, Tomas To warga setempat mengatakan sekitar pukul 10.30 Wita ia datang ke seputaran pondok di tempat kejadian perkara (TKP) untuk memberi makan dan minum sapi.

Baca Juga :  Tingkatkan Sinergi dan Koordinasi, Kantor Migrasi Maumere Gelar Rakor Tim PORA di Nagekeo

Sesaat kemudian lanjutnya, sekitar pukul 10.45 Wita, ia kembali berjalan menuju pondok untuk mengambil ember air guna memberi minum sapi.

Saat itulah Tomas melihat korban AFG di dalam pondok dan diduga telah akhiri hidupnya secara tak wajar.

Tomas sempat memanggil korban beberapa kali namun tidak ada jawaban. Ia kemudian mendekat dan memegang celana korban sambil kembali memanggil namanya. Karena tetap tidak ada respons, Dia merasa takut dan berlari mencari pertolongan.

Lalu Tomas mendatangi Kristoforus Abe di pondok yang berdekatan dan menyampaikan bahwa AFG diduga telah meninggal tak wajar di pondoknya. Namun karena Kristoforus sedang dalam kondisi sakit, Tomas kembali berlari mencari bantuan lain.

Baca Juga :  Pesan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Saat Jadi Khotib Salat Idul Fitri di Ende

Tomas kemudian bertemu dengan  Yohanes To dan menyampaikan bahwa korban sudah meninggal dunia. Keduanya lalu menuju TKP sambil menghubungi sanak saudara di kampung untuk meminta bantuan.

Setelah itu mereka langsung melaporkan kejadian itu di Polsek Boawae. Setelah mendapat laporan, Polisi langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan TKP.*

Penulis : Arkadius Togo

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Anggota DPRD NTT Janji Kawal Perbaikan Gedung SMAK Baleriwu yang Rusak Akibat Gempa
Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan, Nakertrans Ngada Gelar Pelatihan Barber Pria
Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores
Pemkab Ngada Gelar Job Fair Selama Sepekan, 8 Perusahaan dan Lembaga Terlibat dalam Kegiatan
Oktovianus Moa Mesi Salurkan Bantuan Hand Traktor dari Bunda Julie Laiskodat kepada Dua Kelompok Tani di Ende
Nyala Pelita di Bumi Ribang: Ketika Harapan Menjemput Asa Lewat Mini Job Fair Nakertrans Sikka
Hari Kesepuluh Pencarian, Satu Korban Tenggelamnya Kapal Wisata KM Feronia Belum Ditemukan
Dampak Kemarau Panjang, Produktivitas Tanaman Perkebunan Petani Ende Menurun Hingga 70 Persen
Berita ini 1,715 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Anggota DPRD NTT Janji Kawal Perbaikan Gedung SMAK Baleriwu yang Rusak Akibat Gempa

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:42 WITA

Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan, Nakertrans Ngada Gelar Pelatihan Barber Pria

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:16 WITA

Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:04 WITA

Oktovianus Moa Mesi Salurkan Bantuan Hand Traktor dari Bunda Julie Laiskodat kepada Dua Kelompok Tani di Ende

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:09 WITA

Nyala Pelita di Bumi Ribang: Ketika Harapan Menjemput Asa Lewat Mini Job Fair Nakertrans Sikka

Berita Terbaru

Feature

Amatus Ergo Sum (Saya Dikasihi Maka Saya Ada)

Minggu, 25 Okt 2026 - 16:48 WITA