BAJAWA, FLORESPOS.net-Pengelola lokasi Pemandian Air Panas di Boba Soka, Desa Boba 1, Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada meminta Pemerintah Kabupaten Ngada dapat membantu mengalokasikan anggaran untuk penataan kolam pemandian air panas tersebut.
Fransiskus Ngabi, Pengelola Pemandian Air Panas Boba menyampaikan hal itu kepada Florespos.net di lokasi Air Panas tersebut, Minggu ( 22/3/2026).
Ia menjelaskan lokasi Pemandian Air Panas Boba dikelola oleh BUMDes Desa Boba I. Pendapatan atau kontribusi karcis semua masuk ke BUMDes dan menjadi Pendapatan Desa.
Ia mengaku sejak tahun 2019, jumlah pengunjung mengalami penurunan drastis. Dimana pada tahun itu, ada kejadian meninggalnya seorang pengunjung di lokasi pemandian.
“Terjadi penurunan pendapatan yang sangat signifikan. Tahun 2024, pendapatan mencapai Rp.18.000.000, namun tahun 2025 hanya Rp.10.000.000,” katanya.
Fransiskus mengatakan, kebiasaan banyak yang berkunjung pada hari libur terutama juga hari Sabtu atau Minggu. Biasanya pengunjung datang berkelompok sehingga berdampak langsung pada pendapatan.
Fasilitas sudah tersedia dan dibangun dari Dana Desa seperti MCK, Jaringan Lampu baik PLN maupun tenaga surya. Pihak Desa juga telah alokasikan dana untuk membangun dua buah lopo di sekitar kolam pemandian.
Pihaknya meminta perhatian dari Pemkab Ngada untuk membangun tembok keliling agar lebih terarah pengelolaan dan lebih terjamin kenyamanan.
Disamping itu warga setempat juga kalau hendak mandi dapat pula membeli karcis karena selama ini banyak yang tidak membayar karcis karena merasa berada di desa sendiri.
Tokoh masyarakat yang juga mantan Kepala Desa Boba 1 Fransiskus Xaverius Djawa mengatakan di wilayah selatan Kabupaten Ngada merupakan daerah dengan banyak potensi pariwisata.
Mulai daerah persawahan Roda yang Indah, Vila Puri Mau, Pantai Pasir Putih juga Air Panas Boba Soka yang perlu terus dipromosikan. Air Panas Boba Soka sungguh sangat mujarab untuk penyembuhan penyakit kulit dan stroke sehingga Pemkab perlu memberikan perhatian. *
Penulis : Wim de Rosari
Editor : Wentho Eliando










