Fraksi Partai Golkar MPR RI Gelar Sarasehan Nasional Obligasi Daerah, Seperti Apa Pelaksanaannya - FloresPos Net

Fraksi Partai Golkar MPR RI Gelar Sarasehan Nasional Obligasi Daerah, Seperti Apa Pelaksanaannya

- Jurnalis

Kamis, 12 Februari 2026 - 20:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Fraksi Partai Golkar MPR RI melaksanakan sarasehan nasional dengan tema “Obligasi Daerah Sebagai Salah Satu Sumber Pembiayaan Daerah dan Instrumen Investasi Publik di Maumere, Kamis (12/2/2026).

Hadir sebagai pembicara Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Melchias Markus Mekeng, Widhi Widayat selaku Dirjen Pemeriksaan Keuangan BPK RI, Askolani selaku Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu RI serta Didin Fatihudi sebagai Guru Besar Universitas Muhammadiyah Surabaya.

“Sarasehan nasional di NTT ini yang keenam dan merupakan dorongan bgai kami untuk melengkapi naskah akademis yang akan kami buat dan serahkan kepada DPR RI,” sebut Melchias Markus Mekeng, Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI,Kamis (12/2/2026).

Mekeng mengatakan, ini langkah awal yang disiapkan dan diharapkan nanti NTT menjadi salah satu provinsi yang bisa menerbitkan obligasi yang namanya dan programnya akan disampaikan Gubernur NTT.

Dirinya menegaskan, ini salah satu alternatif pembiayaan yang harus disiapkan, tapi tentunya pemerintah daerah harus mempersiapkan dengan baik biro tentang keuangan.

“Biro ini yang akan melihat kebutuhan anggaran dan tata tertib daripada keuangan. Karena sekali kita menerbitkan obligasi kita harus patuh terhadap pembayarannya,” ujarnya.

Mekeng menerangkan, pembayaran bunga obligasi tidak boleh telat satu hari dan pembayaran pokoknya tidak boleh mundur satu hari karena itu akan menjadi default dan rating yang kurang bagus.

Anggota DPR RI 4 periode ini berharap mulai dari sekarang pemerintah daerah sudah mempersiapkan diri sehingga apabila undang-undang obligasi daerah ini sudah terbit bisa segera melakukan proses penerbitan obligasi ini.

Baca Juga :  Polres Sikka Tangkap Pelaku Judi Sabung Ayam di Pasar Wairkoja

Langkah selanjutnya mungkin pihaknya akan membuat membuat workshop yang sifatnya lebih teknis membicarakan kira-kira bentuk neraca yang seperti bagaimana dan proyeksinya harus bagaimana.

“Workshop itu nanti lebih ke arah teknisnya, kalau sekarang lebih ke arah politik anggarannya,” terang anggota Komisi XI DPR I Fraksi Partai Golkar ini.

Mekeng menargetkan dan berkeinginan agar tahun 2026 ini paling tidak sudah rancangan Undang-Undang mengenai Obligasi daerah ini bisa masuk Program Legislasi Nasional (Proleknas).

Sambungnya, target lebih muluk lagi bisa selesai tahun 2026 undang-undangnya karena surat hutang ini kita bisa melihat contoh dari surat hutang negara tinggal saja dimodifikasi untuk surat hutang obligasi daerah atau surat hutang sukuk,

“Lebih cepat lebih baik,karena ini sudah merupakan kebutuhan dan banyak daerah yang sudah siap untuk menerbitkan.Tadi kan sudah disampaikan ada aturan yang dibuat tapi belum bisa berjalan,” terangnya.

Mekeng memaparkan, daerah-daerahnya itu seperti Provinsi DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat yang sudah siap tapi undang-undangnya belum tersedia.

Ia berharap Provinsi NTT jangan ketinggalan dan tidak usah kuatir sebab anggaran di publik itu tersedia ribuan triliun.

Dirinye menegaskan, selama kita bisa tertibkan kita punya biro keuangan,governance-nya, accountablenya, transparannya,kita layak untuk bisa menerbitkan ini,

Baca Juga :  RSUD TC Hillers Maumere Siap Benahi Kekurangan untuk Memenuhi Hasil Review

“Ada lembaga rating Pefindo (PT Pemeringkat Efek Indonesia) yang akan melihat tentang kesehatan keuangan dari daerah tersebut,” jelasnya.

Mekeng mengakui sudah dari tahun 2.000 dirinya melakukan seminar tentang obligasi daerah saat dirinya menjadi anggota MPR utusan daerah.

Tetapi kata dia, mungkin waktu itu kebutuhannya belum terlalu mendesak karena sistem keuangan pada saat itu kan semua masih diberikan oleh pemerintah seperti Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Tetapi sekarang kan sudah mulai diketatkan anggaran dari pemerintah pusat sehingga inilah momentumnya untuk menerbitkan obligasi daerah,” pungkasnya.

Sarasehan nasional ini dihadiri Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Malchias Markus Mekeng sekaligus sebagai pembicara, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Ketua DPRD NTT Emi Nomleni.

Sarasehan nasional juga dihadiri oleh Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki serta pimpinan DPRD Kabupaten dan Kota se-Provinsi NTT.

Hadir juga pimpinan Forkopimda, Bank NTT, pimpinan Bank Himbara, perwakilan organisasi mahasiswa, mahasiswa Kampus Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, Universitas Muhammadiyah Maumere, IFTK Ledalero, pengurus DPD II Golkar Sikka dan perwakilan organisasi dan lembaga lainnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Pemda Nagekeo dan BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Kematian Rp42 Juta untuk Ahli Waris Sekdes Degalea
Sekolah Rakyat di Nagekeo Senilai Rp250 Miliar, Sekjen Kemensos: Lokasi Sangat Bagus
Meski Efisiensi Anggaran, Pemda Sikka Tetap Berusaha Penuhi Berbagai Program Prioritas
Kolaborasi Divers Alert Network, Kemenpar dan BPOLBF Perkuat SDM Keselamatan Wisata Bahari di Labuan Bajo
Sekjen Kemensos di Nagekeo: Sekolah Rakyat untuk Kemuliaan Wong Cilik, NTT Masuk 7 Besar Anak Putus Sekolah
Pemda Nagekeo Siapkan Lahan 8,1 Hektar untuk Sekolah Rakyat, Sekjen Kemensos: Segera Dibangun
Kemensos Salurkan Bantuan Rp308 Juta di Nagekeo, 30 Anak Terima Bantuan ATENSI
Sekjen Kemensos Tatap Muka dan Dialog di Nagekeo: ‘Negara Benar-Benar Hadir’
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 19:56 WITA

Pemda Nagekeo dan BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Kematian Rp42 Juta untuk Ahli Waris Sekdes Degalea

Jumat, 17 April 2026 - 19:51 WITA

Sekolah Rakyat di Nagekeo Senilai Rp250 Miliar, Sekjen Kemensos: Lokasi Sangat Bagus

Jumat, 17 April 2026 - 19:37 WITA

Meski Efisiensi Anggaran, Pemda Sikka Tetap Berusaha Penuhi Berbagai Program Prioritas

Jumat, 17 April 2026 - 19:21 WITA

Kolaborasi Divers Alert Network, Kemenpar dan BPOLBF Perkuat SDM Keselamatan Wisata Bahari di Labuan Bajo

Jumat, 17 April 2026 - 16:12 WITA

Sekjen Kemensos di Nagekeo: Sekolah Rakyat untuk Kemuliaan Wong Cilik, NTT Masuk 7 Besar Anak Putus Sekolah

Berita Terbaru