Dorong Investor Investasi di Sektor Primer Manggarai Barat - FloresPos Net

Dorong Investor Investasi di Sektor Primer Manggarai Barat

- Jurnalis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 12:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT mendorong investor supaya berinvestasi di sektor primer di Mabar. Potensinya menjanjikan, antara lain pertanian, perikanan, peternakan.

Demikian Kepala DPMPTSP Mabar, Maria Imaculata Etris Babur, menanggapi Florespos.net di sela-sela perbincangan dengan media di kantornya Labuan Bajo belum lama berselang.

Pada kesempatan sama juga hadir Sekretaris DPMPTSP, Yohanes Rinaldo Gampur dan sejumlah pegawai lain instansi bersangkutan, DPMPTSP.

Diungkapkan, sejauh ini nilai investasi yang terbilang kecil di Mabar di antaranya sektor primer. Tidak sesignifikan jika dibanding investasi di sektor tersier/jasa seperti hotel, restoran dan lain-lain disamping sektor sekunder/industri.

“Ya, salah satunya mungkin investor kurang tertarik, kurang berminat untuk berinvestasi di sektor primer itu. Barangkali mereka sudah kalkulasi untung ruginya,” kata Rice, sapaan akrab Kadis Maria Eltris Babur.

Menurutnya, potensi sektor primer di Manggarai Barat sebetulnya menjanjikan. Ruang keuntungan bisnis di dunia pertanian, perikanan, peternakan dan sektor hulu lainnya di Mabar juga hampir pasti terbuka lebar.

Baca Juga :  ASEAN Summit Hadiahkan Mabar Ratusan Water Barrier dan Traffic Cone, Mobil Damkar Hasil Proposal

Sayang, fakta tidak demikian. Nilai investasi di sektor hulu/ primer di kabupaten pariwisata super prioritas, Manggarai Barat itu, sejauh ini belum sesignifikan nilai investasi di sektor tersier seperti perhotelan, restoran dan sektor jasa lainnya.

Data pada DPMPTSP Mabar menyebutkan, realisasi investasi di kabupaten ujung barat Flores itu tahun 2025 yakni Rp.1,8 triliun, tersebar di 15 sektor.

Dari 15 kantong investasi itu, Posisi puncak ditempat hotel dan restoran, realisasi investasi 1,6 triliun rupiah. Sedangkan sektor perikanan berada di posisi 8 dengan realisasi investasi Rp. 6,8 miliar. Dan sektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan berada di peringkat 13 dengan realisasi investasi Rp. 3,5 miliar.

Lanjut Kadis Rice, konon kabarnya sejauh ini tidak sedikit sayur, buah, daging, telur, bawang dan beras di Manggarai Barat masih didatangkan dari luar daerah itu, Mabar.

Padahal, kata dia, semua itu bisa diproduksi/dihasilkan banyak dan berkelanjutan/ kontinyu di Mabar manakala banyak pemodal/investor yang menanamkan modal/investasi di daerah itu, Mabar. Pasarannya juga pasti, antara lain sektor pariwisata seperti hotel dan restoran.

Baca Juga :  Wabub Weng Tidak Setuju KPH Manggarai Barat Gabung Manggarai

Kemudian yang di depan mata yakni program nasional MBG (Makanan Bergizi Gratis). Itu tidak tanggung-tanggung, butuh banyak beras, sayur, buah, daging, ikan dan lain-lain.

Karena itu, sangat diharapkan ke depannya sektor primer di Mabar jadi salah satu pilihan utama investor berinvestasi di Mabar, disamping sektor sekunder dan tersier.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar, dalam hal ini DPMPTSP, berharap supaya sekarang dan ke depannya semakin banyak investor yang berinvestasi di sektor primer di Mabar, potensinya menjanjikan, disamping penanaman modal di sektor sekunder dan tersier.

“Selain berharap, kita juga dorong untuk hal satu itu. Jadi Bukan cuma pemerintah, tidak hanya DPMPTSP, tetapi kita semua mendorong para investor berinvestasi banyak di sektor primer di Mabar, baik di pertanian, peternakan dan perikanan,” ujar Kadis Rice.

Seperti diketahui, Mabar dan Flores pada umumnya sejak dahulu kala dikenal sebagai daerah agraris/pertanian, disamping peternakan. Mabar juga khususnya, lebih luas wilayah laut ketimbang darat. Jumlah pulau di daerah administrasi Kabupaten Manggarai Barat 150 lebih. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores
Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil
BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa
Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok
SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China
Korban Meninggal Gempa Flores di Sikka 6 Orang, 4.937 Rumah Alami Kerusakan
Korban Meninggal Gempa Flores Capai 127 Orang, 166 Ribu Masih Mengungsi
Djafar Achmad Galang Bantuan dari Pensiunan Pelindo Bantu Korban Gempa Flores di Ende
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:43 WITA

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores

Sabtu, 5 September 2026 - 19:12 WITA

Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil

Sabtu, 5 September 2026 - 18:36 WITA

BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa

Sabtu, 5 September 2026 - 14:34 WITA

Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok

Sabtu, 5 September 2026 - 13:19 WITA

SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China

Berita Terbaru