LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pengangguran di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT cendrung berkurang tahun-tahun terakhir. Dominasi penyerapan tenaga kerja setempat di sektor pertanian.
Theresia P. Asmon, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Nakertranskop UKM) Mabar mengungkapkan itu kepada Florespos.net, di Labuan Bajo belum lama ini.
Dikatakan, pengangguran di Mabar 2025 berkurang menjadi 4.065 orang. Seblumnya sekitar 5 ribu lebih, data Sarkernas per Agustus 2025. Disurvei secara nasional oleh BPS di Agustus 2025, dan dirilis akhir tahun bahwa angka penganggurannya Manggarai Barat menurun.
Kata Kadis yang disapa Nei itu, pengangguran di Mabar 2025 jika diprosentasikan turun ke 3,32 %. Sedangkan prosentase sebelumnya (2024) di angka 3,47 %. Dan tahun sebelumnya (2023) 4,42 %.
“Ketika disurvei mereka sedang kerja. Jadi (pengangguran) kita berkurang hampir 500 orang di 2025 ini,” kata Kadis Nei.
Menurutnya, pengangguran di Mabar rata-rata berusia16-24 tahun. Kebanyakan lulusan SMP. Adapun tamatan kuliah tetapi lulusan baru, fresh graduate. Berarti tenaga kerja di Mabar sudah banyak yang bekerja, kerja di Manggarai Barat.
“Iya, terserap. Artinya saat disurvei mereka sedang bekerja. Jadi turun ke 3,32 persen di 2025 dari jumlah tadi 4.065 orang,” kata Kadis Nei.
Dominasi lapangan kerja para pekerja tersebut di sektor hulu, primer, di antaranya pertanian.
“Itu paling dominan. Terserap hampir 57%. Maksudnya ketersediaan lapangan kerja terbanyak masih didominasi di sektor hulu. Mereka kerja sektor di pertanian, bisnis pertanian,” kata Kadis Nei.
“Walau demikian, masih banyak juga terserap di sektor tersier. Di antara lain di hotel, industri pariwisata,” sambungnya.
Menyinggung kemiskinan di Mabar, Kadis Nei, berdiplomatis, sesungguhnya itu dijelaskan oleh instansi lain.
Namun di Nakertranskop UKM Mabar ada juga data itu. Data terkini dinas bersangkutan, angka kemiskinan di Mabar sudah menurun.
“Di 2025 kalau saya tidak salah 16,09%. Jadi kita positif, turun lumayan angka kemiskinannya kemarin di 2025 itu,” katanya.
Di tengah kebijakan banyak efisiensi segala macam, lanjut Kadis Nei, tetapi khusus untuk Manggarai Barat justru masih baik.
“Puji Tuhan di kita (Mabar) masih baik. Dari perspektif kami meski efisiensi, tetapi perhatian pemerintah untk penganggaran pelatihan pekerja, pemagangan, masih ada, itu bisa membantu. Juga mungkin dengan program-program yang lain yang ada di dinas yang lain,” tutupnya. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando










