ENDE, FLORESPOS.net-Dua tim dari ujung timur Pulau Flores, Perseftim dan Biru Muda Perkasa (BMP) Flores Timur telah tiba di Kota Ende, Jumat (7/11/2025) sore.
Kedatangan Perseftim dan BMP dijemput oleh Paguyuban Lamaholot Ende di ujung timur kota dan kemudian diterima dengan tarian adat di rumah wakil ketua Paguyuban Lamaholot di kompleks Perumnas Ende.
Tim Perseftim dan BMP dijamu makan malam bersama dan mendapatkan pesan dari sesepuh Lamaholot di Ende.
Wakil Ketua Paguyuban Lamaholot Ende, Karel Kabesa Raya menyampaikan selamat datang untuk dua tim dari Flores Timur di Kabupaten Ende.
Ama Karel pada kesempatan itu memberikan pesan kepada kedua tim selama berada di Ende dan saat berlaga di turnamen ETMC XXXIV.
“Kalau tim Lamaholot main di Ende pasti banyak penonton dan banyak yang suka. Bukan saja orang Lamaholot saja tetapi juga orang Ende”.
Ia mengatakan ini membuktikan bahwa permainan dari tim Lamaholot sangat menghibur dan mendapatkan tempat di hati masyarakat Ende Lio.
Karel berpesan kepada dua tim Lamaholot agar menjaga nama baik dan bertanding hingga final.
“Jaga nama baik Lamaholot. Kita kompak karena bola dan bola sudah menyatukan kita. Main bola itu sama dengan gelekat lewo tanah dan bermainlah sampai final,” katanya.
Paguyuban Lamaholot Ende mendukung penuh kedua tim yang berlaga di turnamen ini.
“Kami dukung dan selalu berkomunikasi jika ada kekurangan. Kami ada untuk lewo tanah”.
Manejer Perseftim, Idris Lewar mengatakan bahwa Perseftim hadir dan tampil turnamen untuk bawa nama lewotanah. Perseftim hadir memberikan yang terbaik untuk Lewotanah.
“Kita tidak ingin menjatuhkan harga diri nama Lamaholot baik yang ada di sini dan di kampung. Kami mohon dukungan”.
Ia mengatakan Perseftim hadir di Ende membawa 22 pemain hasil seleksi dari turnamen yang di selenggarakan di Flores Timur.
Manejer BMP, Rofin Kabelen mengatakan BMP hadir di turnamen ini membawa nama lewo tanah Flores Timur. BMP meminta dukungan dari orang Lamaholot di Ende.
“Kita bicara soal martabat lewo tanah maka main sampai tuntas. Perseftim dan BMP milik kita orang Flores Timur maka kami mohon dukungan”.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










