MAUMERE, FLORESPOS.net-Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere hari ini Sabtu (25/10/2025) melakukan wisuda terhadap 554 lulusan dari 7 fakultas pada 22 program studi yang ada di lembaga pendidikan tinggi ini.
Lulusan yang mengikuti prosesi wisuda ke-26 dan wisuda ini dilaksanakan juga dalam rangka dies natalis Unipa yang ke-20 dimana Unipa didirikan tahun 2005 sehingga tahun 2025 ini akan genap berusia 20 tahun.
“Dalam 20 tahun berdiri, Unipa Maumere telah mendapatkan berbagai capaian-capaian baik akademik maupun non-akademik baik oleh para dosen maupun juga oleh para mahasiswa,” sebut Rektor Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, Dr. Jonas K. G. D. Gobang, S. Fil., M.A, Sabtu (25/10/2025).
Gery sapaannya menjelaskan, sejak tahun 2025 Unipa memiliki visi Universitas Nusantara yang baru yaitu menjadi komunitas ilmiah dan komunitas wirausaha yang berkompetensi dan berdaya saing di tingkat nasional dan internasiona.
Pihaknya menargetkan akan tercapai itu di tahun 2030 sehingga tema wisuda yang diambil tahun 2025 ini yakni “Bersinergi, Berdampak, dan Berkelanjutan”.
Gery menambahkan, tahun 2025 ini juga Unipa Maumere sedang merencanakan untuk pembukaan program studi baru yaitu program studi magister management, program studi pendidikan profesi guru (PPG) dan juga program studi profesi psikologi.
Kata dia, ada tiga yang menjadi target dan ada juga program studi dalam kaitan dengan akreditasi dimana sekarang sedang meningkatkan level dari baik sekali ke unggul.
“Ada beberapa program studi yang kita targetkan untuk bisa meraih peringkat akreditasi unggul seperti program studi manajemen kemudian program studi ilmu komunikasi dan juga program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD),” ucapnya.
Gery mengharapkan agar para wisudawan bisa mengamalkan ilmu dan juga karakter mereka yang tetap rendah hati dan selain itu juga mereka bisa menciptakan lapangan kerja bagi diri mereka dan juga bagi orang lain.
Selain itu ucapnya, untuk menjembatan itu Unipa memiliki visi menjadi komunitas wirausaha itu yang artinya setiap lulusan kta mau supaya mereka punya modal untuk bisa berusaha secara mandiri berbasis ilmu yang mereka pelajari di Unipa.
“Dari 22 program studi yang ada di Unipa sehingga ada mata kuliah kewirausahawan itu yang menjadi mata kuliah yang diajarkan untuk semua program studi dan itu berbasis luaran berbasis outcome,” terangnya.
Gery memaparkan, Unipa juga menginisiasi konsep outcome based education yang artinya setiap mata kuliah dia tidak hanya berhenti di konsep-konsep teoritis tapi dia harus bisa melahirkan produk.
Ia mencontohkan, misalnya mata kuliah agama itu perlu ada produknya dan produknya dalam bentuk hasil refleksi tertulis dan bisa dibukukan, itu produk yang dihasilkan.
Apalagi mata kuliah-mata kuliah teknik misalnya kita punya fakultas pertanian kemudian teknologi pangan, pertanian, dan perikanan yang produknya lebih konkret dan sangat sejalan dengan kebijakan strategis nasional.
“Misalnya Makan Bergizi Gratis (MBG), kita bisa juga menjadi supplier bagi kebutuhan dapur-dapur gisi. Ini kita dorong supaya betul program studi itu bisa menjawabi,” ucapnya.
Gery mengakui, Unipa memang mengambil semangat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terkait dengan kampus berdampak yang mana dampak yang diberikan itu dampak yang konkret.
Ia menjelaskan, jadi dia tidak hanya berhenti di tataran konseptual atau tataran teoritis seja tetapi dia juga harus bisa melahirkan produk dan itu harus berdampak. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










