Sepak Bola sebagai Puisi Sosial - FloresPos Net

Sepak Bola sebagai Puisi Sosial

- Jurnalis

Kamis, 25 September 2025 - 16:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anselmus Dore Woho Atasoge

Anselmus Dore Woho Atasoge

Oleh: Anselmus Dore Woho Atasoge

LIGA I ASKAB PSSI Flores Timur resmi dimulai pada Selasa, 23 September 2025. Bagi saya, liga ataupun turnamen sepak bola dalam pelbagai tingkatannya, merupakan sebuah ‘panggung’ membangun peradaban, tempat nilai-nilai luhur seperti sportivitas dan kohesi sosial dipraktikkan, diuji, dan diwariskan dari satu generasi ke generasi lainnya. Liga I Flores Timur tak terbebaskan dari idealisme ini.

Sportivitas merupakan bentuk etika dalam gerak. Di sana tumbuh pengakuan bahwa kemenangan sejati bukan soal skor, melainkan soal integritas. Dalam setiap tekel yang bersih, dalam setiap pelukan pasca-pertandingan, para pesepakbola sedang membangun karakter kolektifnya.

Di sana, mereka sedang menenun karakter kolektif, membentuk masyarakat yang belajar menang tanpa congkak dan kalah tanpa dendam.

Nelson Mandela pernah menuturkan, “Sport has the power to change the world. It has the power to inspire. It has the power to unite people in a way that little else does.”

Baca Juga :  Bupati Edi Mohon Kerja sama Semua Pihak Untuk  Kemakmuran Manggarai Barat

Olahraga memiliki kekuatan untuk mengubah dunia. Ia memiliki kekuatan untuk menginspirasi. Ia memiliki kekuatan untuk menyatukan manusia dengan cara yang jarang bisa dilakukan oleh hal lain.

Kata-kata Mandela menjadi gema dari harapan yang hidup di setiap lapangan. Di Flores Timur, Liga I tidak berhenti berbicara tentang bola yang bergulir. Lebih dalam dari itu, ia mengajak para pesepakbola dan supporter tentang hati yang terbuka dan jiwa yang saling menyapa.

Dalam semangat sportivitas, benih perubahan ditanam di tanah yang dulu mungkin retak oleh perbedaan dan yang kini mulai hijau oleh empati. Dari egoisme yang luruh, tumbuh kolaborasi yang utuh.

Baca Juga :  Jejak Langkah, Tanah Rantau dan Rumah Pertama

Sepak bola menjadi puisi sosial, tempat penyemaian ajakan untuk Bersatu dari setiap umpan yang diberi dan diterima. Demikian pula, setiap gol adalah harapan akan dunia yang lebih damai.

Di Flores Timur, tempat di mana keberagaman budaya dan geografis bisa menjadi tantangan, sepak bola hadir sebagai bahasa universal. Ketika anak-anak dari pesisir dan pegunungan bermain dalam satu tim, mereka belajar bahwa identitas bukan penghalang, melainkan kekuatan.

Seperti yang dikatakan oleh Johan Cruyff, salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola dunia yang berasal dari Belanda: “Football is simple, but it is difficult to play simple.” Artinya, sepak bola itu sederhana, tetapi sulit untuk memainkannya secara sederhana.

Berita Terkait

Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT
WALHI NTT Tegaskan Krisis Iklim Bukan Sekadar Persoalan Lingkungan, Tetapi Juga Persoalan Relasi Kuasa
Obat Bagi Pasien ODGJ di Kabupaten Sikka Sudah Tidak Tersedia di Puskesmas
Baru 3 Paket Proyek di Flores Timur yang Ditender, Yudit Tulit: Lebih Banyak Mini Kompetisi
Yayasan Papha Gandeng AWAS Laksanakan Workshop Terkait Pemberitaan dan Masalah Kesehatan Jiwa
Wujudkan Mimpi Kerja di Luar Negeri, Hantarkan Para Mahasiswa Kuliah di Stikes Santa Elisabeth Keuskupan Maumere
Wakil Bupati Buka Turnamen Piala Bupati Ende U-17
Empat Jabatan Lowong, Pemkab Manggarai Timur Gelar Seleksi Terbuka
Berita ini 111 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:18 WITA

Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:04 WITA

WALHI NTT Tegaskan Krisis Iklim Bukan Sekadar Persoalan Lingkungan, Tetapi Juga Persoalan Relasi Kuasa

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:43 WITA

Obat Bagi Pasien ODGJ di Kabupaten Sikka Sudah Tidak Tersedia di Puskesmas

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:19 WITA

Baru 3 Paket Proyek di Flores Timur yang Ditender, Yudit Tulit: Lebih Banyak Mini Kompetisi

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:10 WITA

Yayasan Papha Gandeng AWAS Laksanakan Workshop Terkait Pemberitaan dan Masalah Kesehatan Jiwa

Berita Terbaru