Distan dan Kodim Sikka Peletakan Batu Pertama Pembangunan Saluran Irigasi Tersier - FloresPos Net

Distan dan Kodim Sikka Peletakan Batu Pertama Pembangunan Saluran Irigasi Tersier

- Jurnalis

Kamis, 11 September 2025 - 20:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Distan dan Kodim Sikka Peletakan Batu Pertama Pembangunan Saluran Irigasi Tersier.(FOTO: EBED)

Distan dan Kodim Sikka Peletakan Batu Pertama Pembangunan Saluran Irigasi Tersier.(FOTO: EBED)

MAUMERE, FLORESPOS.net-Dinas Pertanian Kabupaten Sikka bersama Kodim 1603 Sikka mengikuti kegiatan peletakan batu pertama pembangunan saluran irigasi tersier di Desa Mamai, Kecamatan Talibura.

Pembangunan saluran irigasi tersier ini dalam rangka kegiatan Optimasi Lahan (Oplah) di 2 kelompok tani yakni Kelompok Tani Suku Ropi dan Kojablo sepanjang 100 meter dengan luas lahan masing-masing 10 hektar.

“Kita berharap mudah-mudahan perhatian pemerintah pusat tetap karena memang ini program nasional dalam rangka peningkatan swasembada pangan,” sebut Inosensius Siga, Sekertaris Dinas Pertanian, Kamis (11/9/2025).

Ino mengatakan saat meninjau lokasi Oplah masih terdapat banyak lahan yang belum digarap sehingga diharapkan tahun 2026 ada bantuan lagi bagi kelompok tani untuk perluasan lahan sawah.

Dia menyebutkan ketersediaan air mencukupi hanya memang perlu dibangun saluran irigasi tersier untuk mengalirkan air ke lahan-lahan yang akan dijadikan sawah.

“Mngkin perhatian pemerintah tetap fokus untuk pembangunan prasarana dan sarana pertanian, khususnya saluran irigasi. Tadi kita lihat banyak juga lahan yang belum mendapat saluran itu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kalemdiklat Polri, Dekan Ekonomi Uniflor, dan Dosen IFTK Ledalero Bedah Buku  Manajemen Konflik Karya RD. Dr. Rofinus Neto Wuli

Ino menambahkan kelompok tani ini sebelumnya pun telah mendapatkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) berupa traktor tangan (hand tractor) dan mesin pompa air.

Ia mengakui di dua kelompok tani ini memiliki anggota masing-masing 15 orang dan bantuan Oplah yang diterima per hektarnya masing-masing sebesar Rp.4,6 juta sehingga masing-masing dapat dana Rp46 juta.

“Total dana untuk masing-masing kelompok Rp46 juta untuk 10 hektar lahan sawah.Untuk Kabupaten Sikka totala Oplah sebesar 873 hektar yang tersebar di 53 titik,” paparnya.

Ino menjelaskan kegiatan Oplah ini manfaatnya juga untuk masyarakat dalam rangka peningkatan indeks pertanaman. Program ini tujuannya misalnya lahan sawah yang selama ini harap hujan atau lahan tadah hujan bisa menjadi 2 kali tanam.

Baca Juga :  Sebanyak 1.567 Mahasiswa Unipa Maumere Jalani PKKMB

Lanjutnya,lahan yang setahun 2 kali tanam bisa meningkat menjadi 3 kali tanam sehingga bisa meningkatkan indeks pertanaman dari 100 ke 200 dan dari 200 menjadi 300.

“Ketersidaian air di 2 lokasi yang kami kunjungi di Desa Mamai ini sangat mencukupi sehingga diharapkan dengan adanya bantuan ini bisa meningkatkan produksi,” ungkapnya.

Pasiter Kodim 1603/Sikka Kapten Inf Amran Tiwa yang ikut melakukan peletakan batu pertama pembangunan saluran tersier di 2 kelompok tani mengatakan pihaknya turut membantu kegiatan ini.

Amran mengakui Kodim 1603/Sikka turut membantu kegiatan pertanian berdasarkan Memorandum of Understanding (MoU) antara Panglima TNI dan Kementerian Pertanian guna mempercepat peningkatan produksi dan mengembalikan swasembada pangan.

“Kita berharap lahan yang selama ini hanya panen satu kali setahun bisa menjadi dua kali setahun bahkan bisa mencapai tiga kali panen dalam setahun,” pungkasnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kemandirian Fiskal Daerah Butuh Transformasi Ekonomi
Polres Sikka Diduga Sengaja Menyembunyikan Tersangka Utama Pembunuhan Noni
Perwakilan 10 Suku di Romanduru Kecewa Kinerja Polres Sikka Mengungkap Kasus Pembunuhan Noni
PAD Dinas Pertanian Nagekeo Tembus Rp226 Juta, Terkendala Gudang dan Truk Pengangkut Alsintan
Nilai Polres Sikka Tidak Mampu, Keluarga Korban Noni Minta Mabes Polri Ambil Alih Penanganan Kasusnya
Pempus Bantu 3 Unit Alat Panen Modern untuk Petani Nagekeo-Alat Ini Bukan untuk Dipajang
Nagekeo Dapat Jatah 3 Kampung Nelayan Merah Putih
APBD 2026, Nol Pembangunan Fisik Manggarai Barat
Berita ini 125 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 08:31 WITA

Kemandirian Fiskal Daerah Butuh Transformasi Ekonomi

Jumat, 24 April 2026 - 20:41 WITA

Polres Sikka Diduga Sengaja Menyembunyikan Tersangka Utama Pembunuhan Noni

Jumat, 24 April 2026 - 20:36 WITA

Perwakilan 10 Suku di Romanduru Kecewa Kinerja Polres Sikka Mengungkap Kasus Pembunuhan Noni

Jumat, 24 April 2026 - 16:29 WITA

PAD Dinas Pertanian Nagekeo Tembus Rp226 Juta, Terkendala Gudang dan Truk Pengangkut Alsintan

Jumat, 24 April 2026 - 16:16 WITA

Pempus Bantu 3 Unit Alat Panen Modern untuk Petani Nagekeo-Alat Ini Bukan untuk Dipajang

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Investasi Peradaban yang Tak Bisa Ditunda

Sabtu, 25 Apr 2026 - 08:37 WITA

Nusa Bunga

Kemandirian Fiskal Daerah Butuh Transformasi Ekonomi

Sabtu, 25 Apr 2026 - 08:31 WITA