Status Tanah Belum Jelas, Banyak Poskesdes Manggarai Barat Belum Jadi Pustu - FloresPos Net

Status Tanah Belum Jelas, Banyak Poskesdes Manggarai Barat Belum Jadi Pustu

- Jurnalis

Rabu, 10 September 2025 - 17:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Banyak Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), belum berstatus Puskesmas Pembantu (Pustu), antara lain karena status tanahnya belum jelas, masih gantung.

Demikian Adrianus Ojo, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mabar, menanggapi Florespos.net, belum lama ini.

Ia diminta tanggapan terkait Poskesdes Metang di Dusun Metang, Desa Wae Buka, Kecamatan Ndoso, yang dikabarkan status tanahnya akan diserah/hibah kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar. Harapannya, di tempat itu kelak akan dibangun Pustu oleh Pemkab Mabar.

Menurut Kadis Ojo, manakala Poskesdes berubah jadi Pustu, maka terlebih dahulu dahulu harus jelas status asetnya, termasuk aset tanahnya. Itu semua diserah/hibah kepada Pemkab Mabar.

Atas dasar itu Pemkab bisa membangun Pustu di tempat tersebut, karena status tanahnya sudah jelas, legal.

Baca Juga :  Forum Perempuan Diaspora NTT Kutuk Penganiayaan Brutal terhadap ART Asal Sumba di Batam

Tetapi apabila status tanah belum jelas, pemerintah tidak akan mungkin membangun Pustu di tempat tersebut. Tak mau terjadi sesuatu yang tak diinginkan dikemudian hari.

Kalau sebelumnya mungkin ada penyerahan, tetapi belum lengkap, atau mungkin lisan, maka harus buat pengukuhan ulang batas-batas tanahnya dan lain-lain. Itu supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari.

Misalnya aset tanah. Tanah lokasi Poskesdes harus ada penyerahan dari pemilik tanahnya kepada pemerintah, lengkap dengan surat-suratnya. Hitam di atas putih harus ada demi legalitas.

Poskesdes yang sudah bangun, kalau mau serah/hibah pada pemerintah, juga harus begitu, mesti ada hitam di atas putihnya.

Konon ada juga gedung Poskesdes yang dibangun pihak lain dan hendak diserahkan kepada pemerintah, agar kelak alih status jadi Pustu.

Baca Juga :  Frans Teguh: BPOLBF Dengar, Catat dan Eksekusi

Kalau Pustu, berarti dibangun pemerintah, sedangkan Poskesdes bisa oleh pihak lain. Status tanah lokasi gedung Poskesdes itu juga terkadang tidak jelas, gantung. Milik per orangan ataukah milik pemerintah desa (Pemdes), semua harus jelas.

Sehubungan dengan semua itu, lanjut Kadis Ojo, belum lama ini Dinkes menggelar pertemuan dengan berbagai pihak di Labuan Bajo.

“Saat itu ada puluhan berkas kita kembalikan ke desa untuk segera dilengkapi, pengukuhan ulang batas-batas tanahnya, dan lain-lain. Itu karena statusnya masih gantung, status belum jelas,” ujar Kadis Ojo.

Dari sekian itu, masih Kadis Ojo, hanya beberapa yang menjadi milik pemerintah. Itu yang mungkin akan dibangun Pustu oleh Pemkab Mabar kelak nanti. Karena status tanahnya sudah jelas.

“Ini menyangkut legalitas,” katanya. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Ketua TP PKK Sikka Pesan Jaga Kelestarian Ekosistem Bawah Laut di Teluk Maumere
Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan
Bantuan PKH Dipotong, Anamaria Datangi Kantor Cabang dan Ini Jawaban BRI
Kolaborasi Weekend at Parapuar x PENTAS, Rayakan Senja dan Musik di Alam Terbuka
Kafe Literasi Jadi Ruang Belajar dan Pusat Aktifitas Literasi yang Inklusif
Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan
Penyidik Polres Ende Amankan Eks Pejabat Kemensos RI, Diduga Terlibat Korupsi Bantuan Kapal
Bantu Ibu Melahirkan di Kapal Fery, Bidan Muda di Sikka Terima Penghargaan
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:06 WITA

Ketua TP PKK Sikka Pesan Jaga Kelestarian Ekosistem Bawah Laut di Teluk Maumere

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:26 WITA

Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:25 WITA

Bantuan PKH Dipotong, Anamaria Datangi Kantor Cabang dan Ini Jawaban BRI

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:43 WITA

Kafe Literasi Jadi Ruang Belajar dan Pusat Aktifitas Literasi yang Inklusif

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:02 WITA

Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan

Berita Terbaru

Opini

Prabowo Menggantikan Kepala BGN: Solusi atau Kolusi?

Kamis, 4 Jun 2026 - 11:55 WITA

Opini

Hindayana dan Kurikulum Keteladanan

Kamis, 4 Jun 2026 - 10:25 WITA