Ramai soal Jepang Minta TKI karena Populasi Susut, KBRI Tokyo Buka Suara - FloresPos Net

Ramai soal Jepang Minta TKI karena Populasi Susut, KBRI Tokyo Buka Suara

- Jurnalis

Kamis, 27 Februari 2025 - 18:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Jepang.(Dok. Pixabay/auntmasako)

Ilustrasi Jepang.(Dok. Pixabay/auntmasako)

TOKYO, FLORESPOS.net –Penurunan tajam populasi Jepang dikabarkan membuat “Negeri Sakura” melirik tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia, untuk bekerja dan menetap di sana.

Data Kementerian Kesehatan Jepang menyebutkan, 350.074 kelahiran terjadi antara Januari-Juni 2024. Jumlah itu menurun hampir enam persen dibandingkan Januari-Juni 2023. Bahkan, angka itu adalah yang terendah sejak 1969 ketika Tokyo mulai melaporkan statistik dua tahunan tersebut.

Tren yang berkembang di keluarga muda adalah menunda memiliki anak, atau tidak memiliki keturunan sama sekali. Bahkan, beberapa anak muda dilaporkan belum ingin menikah dan lebih memilih hidup sendiri.

Selain angka kelahiran sangat rendah, Jepang juga dikenal sebagai negara dengan jumlah penduduk tertua kedua di dunia. Menteri Kesehatan Jepang 2023-2024, Keizo Takemi, menyebutkan bahwa situasi ini sangat kritis.

Ia memperingatkan, jumlah orang muda akan menurun tajam pada 2030-an, sehingga enam tahun ke depan adalah kesempatan terakhir bagi Jepang.

Terkait hal tersebut, di media sosial muncul unggahan bahwa Jepang membuka lebih banyak peluang bagi tenaga kerja asing, meliputi Indonesia, untuk mengatasi dampak penurunan populasi.

Baca Juga :  Meriahkan Hari Pelanggan Nasional, PNM Kirim Produk Nasabah Bermekaran di Negeri Sakura Jepang

Dikatakan bahwa Indonesia dengan populasi muda yang besar, dianggap salah satu mitra potensial dalam upaya ini. Benarkah demikian?

Penjelasan KBRI Tokyo

Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Muhammad Al Aula, membenarkan bahwa Jepang membutuhkan tenaga kerja asing.

“Menurunnya jumlah penduduk Jepang serta terbukanya peluang kerja bagi pekerja asing di negara ini sudah menjadi pengetahuan umum di Jepang,” katanya, seperti dikutip dari Kompas.com pada Rabu (26/2/2025).

“Tenaga Kerja Indonesia (TKI) termasuk yang dibutuhkan oleh pasar kerja di Jepang.”

Al Aula menjelaskan, Indonesia dipilih menjadi salah satu negara pengirim tenaga kerja asing karena beberapa faktor, antara lain kualitas kerja yang baik dan perilaku pekerjanya secara umum dipandang memahami kultur dan nilai-nilai sosial yang berlaku di Jepang.

Adapun untuk jumlah lapangan kerja yang tersedia untuk TKI di Jepang, Al Aula menyebut angkanya cukup beragam.

Baca Juga :  Berikan Dukungan Penuh, Bupati Yosef Badeoda Hadiri Rapat Perdana PMI Kabupaten Ende

“Tapi secara umum dapat dikatakan kebutuhan tenaga kerja asing di Jepang masih sangat tinggi untuk beberapa tahun ke depan,” ungkapnya.

Untuk sektor-sektor strategis lapangan kerja di Jepang bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dalam skema Specified Skilled Worker (SSW), Al Aula menyebutkan beberapa di antaranya, yaitu: Keperawatan, Industri manufaktur, produk ,Konstruksi Pembuatan kapal dan mesin kapa.

Perbaikan dan perawatan mobil, Industri penerbangan, Perhotelan, Pertanian, Perikanan dan budidaya perairan. Transportasi mobil, Transportasi kereta api, Perhutanan dan perkayuan.

“KBRI secara terus menerus menyampaikan ke para calon pekerja Indonesia yang berniat ke Jepang untuk secara cermat mempelajari jenis pekerjaan yang akan diemban dan juga isi dari kontrak kerja, (serta) menguasai bahasa Jepang untuk kepentingan kerja dan juga kehidupan sehari-hari menjadi kunci yang penting untuk bisa memulai karier di sini,” imbuh Al Aula. *

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Kompas.com

Berita Terkait

Pemerintah Diminta Akui Hak Rakyat Atas HPL, HT, dan Cagar Alam Wae Wuul
Diperkuat Pemain Eks Ben Mboi Cup, Putri Carmel Menang atas Quen VBC di Soekarno Cup
Berkarya dengan Kompetensi, Berdampak untuk Lewotana (Pembekalan PKL Mahasiswa Fakultas Teknologi IKTL)
OMK Moni Sukes Gelar Turnamen Voli HTSPM Cup II
Akses Inklusif Masih Terbatas, Ribuan Pelari Dorong Kesetaraan bagi Anak Disabilitas Lewat Run for Equality 2026
Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara
Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur
Bhayangkara Presisi Polres Ende Petik Kemenangan Kedua di Turnamen Voli Soekarno Cup
Berita ini 89 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:06 WITA

Pemerintah Diminta Akui Hak Rakyat Atas HPL, HT, dan Cagar Alam Wae Wuul

Senin, 27 Juli 2026 - 20:37 WITA

Diperkuat Pemain Eks Ben Mboi Cup, Putri Carmel Menang atas Quen VBC di Soekarno Cup

Senin, 27 Juli 2026 - 11:16 WITA

Berkarya dengan Kompetensi, Berdampak untuk Lewotana (Pembekalan PKL Mahasiswa Fakultas Teknologi IKTL)

Senin, 27 Juli 2026 - 10:54 WITA

OMK Moni Sukes Gelar Turnamen Voli HTSPM Cup II

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:38 WITA

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara

Berita Terbaru

Opini

Pelindung Pers Katolik: Suara Kebenaran Santo Titus Brandsma

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:17 WITA

Nusa Bunga

OMK Moni Sukes Gelar Turnamen Voli HTSPM Cup II

Senin, 27 Jul 2026 - 10:54 WITA