Pandangan Mariana Lusia Tentang Permaculture - FloresPos Net

Pandangan Mariana Lusia Tentang Permaculture

- Jurnalis

Selasa, 3 Desember 2024 - 08:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta Floratama Learning Center pose bersama  usai kegiatan yang digelar secara hybrid pada 29 November 2024 pagi di Labuan Bajo. (dokumen bpolbf).

Peserta Floratama Learning Center pose bersama usai kegiatan yang digelar secara hybrid pada 29 November 2024 pagi di Labuan Bajo. (dokumen bpolbf).

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Mariana Lusia, Dosen Prodi Agroteknologi Universitas Musamus sekaligus Pegiat Permacultur Pekarangan dan Pemerhati Pangan Lokal mengatakan, pengertian yang wajib diketahui dalam permaculture yang bisa diterap dalam sistem pertanian ada dua.

Pertama, permanent agriculture, dimana pengelolaan pertanian dan peternakan diterapkan untuk meningkatkan kualitas lahan. Sistem ini memberikan hasil tani, pendapatan ekonomi, dan tetap berkelanjutan untuk masa depan.

Kedua, permanent culture yang konteksnya melestarikan, mendukung, dan menerapkan sistem kolaborasi dengan budaya dan lingkungan setempat serta tumbuh bersama dalam waktu bersamaan, sehingga menjaga nilai-nilai keberlanjutan dan kemasyarakatan.

Ia menyampaikan itu dalam pemaparan materinya pada kegiatan Floratama Learning Center (FLC) yang digelar secara hybrid pada 29 November 2024 pagi. FLC diselenggaraka Badan Pelaksana Otoritas Labuan Bajo Flores (BPOLBF).

Dalam siaran pers BPOLBF yang diterima FloresPos. Net, Senin (2/ 12/2024), lanjut Mariana Lusia, saat ini dia tengah berupaya menciptakan hutan makanan sendiri melalui permacultur berharap permacultural dapt menginspirasi banyak orang sehingga bisa membangkitkan dukungan terhadap pangan lokal secara global.

Baca Juga :  DPRD Apresiasi Gubernur NTT Selesaikan Perbedaan Pandangan APBD Ende

“Kami berharap makin banyak orang yang termotivasi menciptakan hutan makanan mereka sendiri. Saya percaya melalui hasil pengolahan pangan lokal yang tepat, maka pangan lokal mampu berjaya di atas tanahnya sendiri dan mampu bersaing secara global,” ujar Mariana.

Clementine Pujiati, Chief Technology Officer Karmabumi menyampaikan, tim Karmabumi saat ini sedang mengadakan demonstrasi tentang regenerative agriculture untuk meningkatkan pengetahuan petani di Dusun Compang Golomori sebagai salah satu pilot project yang bertujuan untuk menjaga keberlanjutan jangka panjang sistem pertanian pada lahan kering serta dampak perubahan iklim.

Ada beberapa pendekatan yang kami lakukan, yaitu membuat sebuah science demonstration, mengingat masih terbatasnya pengetahuan dari para petani tentang apa itu regenerative agriculture seperti kondisi tanah sangat kering baik karena perubahan cuaca atau iklim, sehingga kami memperkenalkan tentang regenerative agriculture yang berfokus pada peningkatan berkelanjutan dan kesehatan ekosistem secara keseluruhan.

Sebelum memulai demonstrasi, kami mengadakan research terlebih dahulu dengan beberapa assement untuk mengetahui kondisi tanah dan apa saja kebutuhan local community yang ada disana, ungkap Clementine

Baca Juga :  Pengurus OSIS SMAN I Role Delu Paga Siap Jadi Pemimpin Berkualitas

Secara keseluruhan, pengembangan konsep Permaculture ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal dan memberdayakan komunitas petani, tetapi juga memperkuat posisi Labuan Bajo Flores sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan yang mengedepankan keunggulan lokal, baik dari segi kuliner, pertanian, maupun pelestarian lingkungan secara terintegrasi.

Floratama Learning Center diikuti dan dihadiri seluruh pegawai BPOLBF secara hybrid. Juga ada beberapa peserta eksternal, di antaranya dari Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Ngada, Dispar Nagekeo, Dispar Ende, Dispar Sikka, Dispar Flores Timur, Dispar Lembata,  Dispar Alor, dan Dispar Kabupaten Kaimana-Papua Barat.

Selain itu, juga hadir dari Dinas Pertanian Nagekeo, Kesatuan Pengelolaan Hutan Manggarai Barat, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultur Lembata,

Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Manggarai Timur, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Manggarai Barat, Dinas Lingkungan Hidup Manggarai Barat. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Semarak BIZFEST III STIE Karya Ruteng: Padukan Sportivitas, Pengembangan Soft Skill, dan Pemberdayaan UMKM Lokal
Ratusan Peserta Ikut RUN 5K Hari Bhayangkara ke-80, Senator AWK: Pererat Persaudaraan
Heri Gani Angkat Kompetitornya jadi Kabag Teknik dan 6 Pegawai Magang di PDAM Ende
Perkuat Kapasitas SDM di Flores, Lembaga In Flores Gelar Gender Leadership Training
Manggarai Barat Akan Cetak 1.020 Hektare Sawah Baru Demi Ketahanan Pangan
DPRD Ende Minta PDAM Berikan Data Jumlah Pegawai Empat Tahun Terakhir
BPOLBF Dorong Penguatan Kapasitas Pelaku Usaha Pangan Lokal melalui Mentoring Floratama Academy 2026
Candi Anak Nelayan Gurita Dari Sikka Lolos Kompetsisi Dangdut Academy di Jakarta
Berita ini 171 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 07:26 WITA

Semarak BIZFEST III STIE Karya Ruteng: Padukan Sportivitas, Pengembangan Soft Skill, dan Pemberdayaan UMKM Lokal

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:40 WITA

Ratusan Peserta Ikut RUN 5K Hari Bhayangkara ke-80, Senator AWK: Pererat Persaudaraan

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:09 WITA

Heri Gani Angkat Kompetitornya jadi Kabag Teknik dan 6 Pegawai Magang di PDAM Ende

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:13 WITA

Manggarai Barat Akan Cetak 1.020 Hektare Sawah Baru Demi Ketahanan Pangan

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:15 WITA

DPRD Ende Minta PDAM Berikan Data Jumlah Pegawai Empat Tahun Terakhir

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Membaca Kisah Candi Audia

Minggu, 28 Jun 2026 - 07:43 WITA

Opini

Menimbang Etika Politik Pilkades

Jumat, 26 Jun 2026 - 09:16 WITA