MAUMERE, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), diminta segera distribusi air bersih bagi warga yang tengah mengalami krisis air.
“Segera distribusi air bersih bagi warga yang kini mengalami krisis air,” kata Maria Angelorum Mayestatis, Anggota DPRD Sikka dari Partai Golkar, Selasa (8/10/2024).
Mayestatis menegaskan itu menyusul ada kasus ibu hamil dan anak-anak di Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka yang konsumsi air kubangan akibat krisis air bersih
“Saat ini kita berada di puncak Musim Kemarau. Sudah pasti warga butuh air. Pemkab jangan tunggu ada laporan baru distribusi air. Kasihan warga, apalagi ibu hamil dan anak-anak harus minum dari kubangan,” tegas Mayestatis.
Sebelumnya, diberitakan Florespos.net, ada sebagian warga Kabupaten Sikka kini tengah berjuang mendapatkan air bersih untuk dikonsumsi dan penuhi kebutuhan hidup lainnya.
Kondisi ini dialami warga Dusun Magelo’o, Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda di pesisir pantai utara Kabupaten Sikka.
Setiap hari–pagi dan petang, warga setempat mulai anak-anak, orang dewasa hingga ibu hamil harus turun naik tebing membawa jerigen menuju bantaran aliran sungai Magepanda guna mencari air bersih.
Mayestatis mengatakan, kebutuhan air bersih menjadi prioritas bagi ibu hamil dan anak-anak. Karena jika air yang dikonsumsi tidak sehat, maka akan berdampak pada kesehatan baik ibu maupun anak dalam kandungannya.
“Untuk ibu hamil misalnya, ketika mendekati masa partus, ketiadaan air apalagi musim kemarau saat ini, jelas beresiko bagi bumil dan janin dalam kandungannya. Apalagi untuk dapatkan air kubangan, mereka harus turun naik bukit yang curam,” urainya.
Mayestatis juga mendesak Pemkab Sikka segera menetapkan status siaga darurat air bersih akibat kemarau, melakukan pendataan daerah yang rawan dan krisis air sehingga bisa diberikan bantuan air bersih.
“Jadi jangan tunggu laporan ada kasus baru kaget untuk turun distribusi air bersih ke warga,” tegas dia. *
Penulis : Shinto Koban
Editor : Wentho Eliando










