Janji Dapat Bantuan Rehab Rumah, Dua Warga Aeramo Rela Utang Beli Material - FloresPos Net

Janji Dapat Bantuan Rehab Rumah, Dua Warga Aeramo Rela Utang Beli Material

- Jurnalis

Senin, 7 Oktober 2024 - 22:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net-Marlen Bara dan Marselinus Rini Meo, dua warga Dusun 2, Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengaku sangat kecewa.

Pasalnya dua pemilik rumah ini dijanjikan Pemerintah Daerah melalui Dinas Perumahan Kabupaten Nagekeo untuk mendapat bantuan rehab rumah tidak layak huni tahun anggaran 2024 tidak kunjung realisasi.

“Pak kami merasa kecewa dengan pemerintah melalui dinas terkait. Mereka datang ke sini suruh kami siapkan semua dokumen dan material supaya bisa dapat bantuan. Tapi sampai saat ini tidak ada kabar soal bantuan itu,” ujar Marlen Bara, ibu rumah tangga berstatus janda ini dikediamannya kepada Florespos.net, Senin (7/10/2024).

Marlen Bara mengungkapkan, sebelumnya pihaknya didatangi dinas terkait menginformasi bahwa dirinya bersama warga lain akan mendapatkan bantuan rehab rumah tidak layak huni dengan anggaran sebesar Rp 20 juta pada tahun 2024.

Selain itu, kata Marlen Bara, pihaknya juga di panggil dan melakukan pertemuan di Kantor Desa Aeramo beberapa pekan lalu guna menyiapkan dokumen serta material.

Atas hal itu, kata Marlen Bara, pihaknya harus mengutang agar bisa membeli sejumlah material untuk persiapan rehab rumahnya. Semua sudah disiapkan namun hingga kini tidak ada kabar tentang hal itu, katanya.

Baca Juga :  ASN NTT Wajib Beli Produk UMKM di NTT Mart, Gubernur: Minimal Rp100 Ribu

Kata Marlen Bara, selain mengumpulkan material dirinya juga telah membongkar sebagian atap seng rumahnya. Harapannya bantuan datang pihaknya langsung mengerjakan rumahnya.

Namun harapannya itu hanya mimpi di siang bolong. Kini, kata Marlen Bara, dia bersama putra semata wayang tidur di dapur.

“Pak lihat sendiri. Kami tidur di dapur. Atap seng rumah bagian depan sudah kami bongkar. Karena janji dari pemerintah nama kami sudah terdaftar dan siap dapat bantuan. Sampai saat ini kami belum dapat informasi lanjutan soal rehab ini, ” katanya.

Senada disampaikan Oliva Ndaso, istri dari Marselinus Rini Meo. Dia menjelaskan sebelumnya pihaknya didatangi Dinas Perumahan yang katanya akan mendapatkan bantuan rumah tidak layak huni.

Akan tetapi kata tim dari Dinas Perumahan, bahwa yang mendapatkan dana rumah tidak layak huni itu harus persiapkan bahan-bahan atau material agar bantuan datang dan dikerjakan.

“Material telah disiapkan namun kabar tentang bantuan rumah tak layak huni itu tidak ada kabar lagi. Kami mau tidak percaya, yang datang itu adalah Pemerintah. Sekarang kami pasrah dan menunggu saja,’ kata Oliva.

Baca Juga :  Harapan Lembaga Legislatif Terkait Musrembang, Simak Apa Kata Ketua DPRD Sikka

Sekretaris Dinas Perumahan Kabupaten Nagekeo Alfred Djuang di konfirmasi Florespos.net, Senin  (7/10/2024), membenarkan hal itu.

Ia mengatakan, total rumah tidak layak huni yang akan dikerjakan tahun anggaran 2024 sebanyak 276 unit, termasuk nama ibu Marlen Bara dan Marselinus Rini Meo, warga Desa Aeramo itu.

Kata Alfred, karena ada rasionalisasi anggaran makanya tahun ini dipending.

“Seharusnya tahun 2024 ada 276 unit rumah tidak layak huni harus dikerjakan. Karena ada rasionalisasi makanya semua pending. Secara teknis kami akan dorong tahun depan,” katanya.

Disinggung alasan mendasar rasionalisasi anggara untuk apa? Ia tidak menjawab. “Terkait itu pa arton konfirmasi dengan pa pejabat. Kami ini hanya tim teknis,”.

Media ini mencoba konfirmasi Pejabat Bupati Nagekeo Raymundus Nggajo melalui pesan whatsapp, dirinya sedang berada di jakarta.

“Saya lagi ke Jakarta dalam rangka penetapan Nagekeo sebagai salah satu kabupeten untuk penerapan MPPD (mall pelayanan publik digital),” katanya singkat. *

Penulis : Arkadius Togo

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Menteri Koperasi Paparkan Tiga Fungsi Utama Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih
11.030 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Selesai Dibangun di Indonesia
Presiden Minta Agar Koperasi Bisa Mengejar Ketertinggalan Dari BUMN dan Badan Usaha Swasta
Gubernur Laka Lena Harap Koperasi di NTT Mulai Masuk ke Sektor Produktif
Bupati Sikka Minta Koperasi Desa Merah Putih Jangan Jadikan Simpan Pinjam Sebagai Prioritas
Sehat, 119 Koperasi Desa Merah Putih di Manggarai Barat
Wakil Menteri Pariwisata Berkunjung ke Detusoko-Ende, Nando Watu: Kita Tangkap Momentum
Pemkab Ende Gelar “PESTA” Sambut Harla Pancasila, Jadi Momentum Perkuat Persatuan
Berita ini 696 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:18 WITA

Menteri Koperasi Paparkan Tiga Fungsi Utama Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:00 WITA

11.030 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Selesai Dibangun di Indonesia

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:52 WITA

Presiden Minta Agar Koperasi Bisa Mengejar Ketertinggalan Dari BUMN dan Badan Usaha Swasta

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:31 WITA

Gubernur Laka Lena Harap Koperasi di NTT Mulai Masuk ke Sektor Produktif

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:04 WITA

Sehat, 119 Koperasi Desa Merah Putih di Manggarai Barat

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Idul Adha dan Harmoni Kehidupan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:27 WITA