Kawasan Pantai Wisata Rako Tidak Terurus, Padahal Pernah Jadi Titik Festival Bale Nagi Flores Timur - FloresPos Net

Kawasan Pantai Wisata Rako Tidak Terurus, Padahal Pernah Jadi Titik Festival Bale Nagi Flores Timur

- Jurnalis

Minggu, 18 Agustus 2024 - 21:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Kawasan wisata bahari Pantai Rako di Desa Hewa, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sudah tampak tidak terurus dengan baik.

Padahal, pantai yang menyuguhkan keunikan gulungan ombak dan gelombang berbusa putih cocok untuk selancar dan menyaksikan matahari terbenam itu merupakan salah titik lokasi Festival Bale Nagi tahun 2019.

Pantauan langsung, Sabtu (17/8/2024), saat Florespos.net bersama sejumlah wartawan meliput apel bahari HUT Kemerdekaan RI ke-79, di Desa Pantai Oa, Kecamatan Wulanggitang, kawasan wisata Pantai Rako tampak tidak terurus baik.

Kawasan Pantai Wisata Rako hanya berjarak sekitar 300 meter dari Desa Pantai Oa.

Kawasan Wisata Pantai Rako di Desa Hewa, Kecamatan Wulanggitang. Gambar diambil Sabtu (17/8/2024). Foto: Wentho Eliando

Di kawasan wisata Pantai Rako, ada gazebo, lopo-lopo yang atapnya rusak dan tiang kayu tampak roboh. Ada beberapa tempat duduk dari kayu tidak tertata dan sudah reyot. Rumput liar tumbuh di kawasan Pantai Rako.

Saat berada di lokasi, Florespos.net dan sejumlah wartawan tidak melihat ada pengelola. Saat itu, hanya beberapa pengunjung baru saja menikmati pesona pantai dan berselfiria di bibir Pantai Wisata Rako.

Baca Juga :  Kabupaten Flores Timur Telah Capai 96 Persen Status Universal Health Converage
Kawasan Wisata Pantai Rako di Desa Hewa, Kecamatan Wulanggitang. Gambar diambil Sabtu (17/8/2024). Foto: Wentho Eliando

“Sudah dua kali dalam tahun ini, kami ke Pantai Rako. Seperti ini saja. Tidak ada perubahan,” kata beberapa pengunjung yang menikmati pesona pantai kepada wartawan sambil meninggalkan kawasan Pantai Wisata Rako.

Masalah Akses Jalan

Secara terpisah, Sekretaris Desa Pantai Oa, Nikolaus Tapun kepada wartawan, Sabtu (17/8/2024) mengatakan, Pantai Oa dan Pantai Rako menjadi lokasi atau titik kegiatan Festival Bale Nagi yang digelar Pemerintah Daerah (Pemda) Flores Timur.

Menurut Nikolaus Tapun, masalah utama yang dihadapi masyarakat setempat, yakni mengenai infrastruktur jalan dari dan ke lokasi wisata Desa Pantai Oa dan Pantai Rako.

Nikolaus Tapun menduga belakangan ini, pengunjung atau wisatawan sangat minim datang berwisata mungkin karena jalan dalam kondisi rusak berat menuju Pantai Oa dan Pantai Rako.

Baca Juga :  Aduh! Logistik Menumpuk di Posko Terpusat, Warga Terdampak Erupsi Lewotobi di Desa Pruda Belum Dapat Bantuan dari Flores Timur

“Saat Festival Bale Nagi beberapa tahun silam, kita pernah dijanjikan untuk perbaiki jalan dari pertigaan Tabana sampai Desa Pantai Oa. Tapi sampai sekarang jalan masuk dari pertigaan Tabana belum diperbaiki. Mungkin pengunjung atau wisatawan kurang datang karena faktor jalan yang rusak,” tutup Nikolaus Tapun.

Pesona Pantai Oa, Desa Pantai Oa, Kecamatan Wulanggitang. Gambar diambil Sabtu (17/8/2024). Foto: Istimewa

Senada mengenai infrastruktur jalan dan obyek wisata juga disampaikan oleh Laus Mukin, salah satu Perangkat Desa Pantai Oa saat memandu acara setelah apel HUT Kemerdekaan RI ke-79 di Pantai Oa.

“Teman-teman wartawan bisa bantu sampaikan soal kondisi jalan kami di sini. Akses jalan kami di sini sudah lama rusak.”

Tidak hanya Nikolaus Tapun dan Laus Mukin, sejumlah warga Pantai Rako dan Pantai Oa kepada wartawan meminta perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Flores Timur terkait jalan masuk dari pertigaan Tabana menuju Pantai Wisata Rako dan Desa Pantai Oa.

Florespos.net mencatat, tahun 2019, Pemerintah Daerah (Pemda) Flores Timur menggelar Festival Bale Nagi. Salah satu titik atau lokasi kegiatan festival itu, yakni Pantai Wisata Rako dan Pantai Oa.

Pantai Wisata Rako sendiri, pada Festival Bale Nagi tahun 2019 tersebut menjadi satu tempat acara Pesta Ombak, diskusi wisata, peluncuran Kopi Leworok dan berbagai acara lainnya. *

Penulis : Wentho Eliando

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Komisi 1 DPRD Ende Sebut Usulan Anggaran untuk Pilkades dan PKK Tidak Rasional
Hiu Paus Terdampar di Pantai Lowolabo Wilayah Kerja Maumere, Dagingnya Dikonsumsi Warga
DLH Segera Turun Lapangan Sikapi Keluhan Warga, Mathilde: Kami Kesal Jika Krakatau Kembali Berulah
Forum Pembauran Kebangsaan Ngada Kutuk Keras Penghinaan Terhadap Masyarakat Nagekeo
Prokopim Ende Tidak Miliki Mobil Operasional, Ansel Kaise Sebut Itu Memalukan
Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928
Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung
Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada
Berita ini 297 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:12 WITA

Komisi 1 DPRD Ende Sebut Usulan Anggaran untuk Pilkades dan PKK Tidak Rasional

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:08 WITA

Hiu Paus Terdampar di Pantai Lowolabo Wilayah Kerja Maumere, Dagingnya Dikonsumsi Warga

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:02 WITA

DLH Segera Turun Lapangan Sikapi Keluhan Warga, Mathilde: Kami Kesal Jika Krakatau Kembali Berulah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:40 WITA

Forum Pembauran Kebangsaan Ngada Kutuk Keras Penghinaan Terhadap Masyarakat Nagekeo

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:20 WITA

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928

Berita Terbaru

Opini

Sumpah yang Dimudahkan

Kamis, 29 Okt 2026 - 16:06 WITA