Melki Laka Lena Siap Perjuangkan Anggaran Sektor Kesehatan untuk Ngada - FloresPos Net

Melki Laka Lena Siap Perjuangkan Anggaran Sektor Kesehatan untuk Ngada

- Jurnalis

Selasa, 16 Juli 2024 - 09:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAJAWA, FLORESPOS.net-Anggota DPR RI yang juga Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Golkar Emanuel Melkiades Laka Lena dalam sambutan usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan Tahap 3 RSUD Bajawa di Late berupa pembangunan ruang IGD dan Rawat Nginap Ibu, Sabtu (13/8/2024) menyatakan komitmen membantu Kabupaten Ngada terutama di bidang Kesehatan.

“Di sisa waktu sebelum maju menjadi calon Gubernur NTT nanti saya akan perjuangkan minimal Rp 50 miliar di tahun 2025 untuk Rumah Sakit Umum Bajawa di Late ini,” ungkap Melki Laka Lena.

Ditambahkannya, tekad yang tinggi dari Pemerintah Kabupaten Ngada dibawah kepemimpinan Bupati Andreas Paru untuk pembangunan rumah sakit baru di Late perlu didukung dan dirinya berkomitmen untuk melanjutkan program penting itu.

Kepada masyarakat di wilayah Late, dirinya berpesan untuk menangkap peluang hadirnya RSUD Bajawa untuk peningkatan ekonomi.

Dirinya juga meminta masyarakat untuk tidak menjual tanah kecuali kepada pemerintah untuk urusan publik.

Masyarakat bisa memanfaatkan pola kerjasama dengan sistem bagi hasil kepada pihak swasta ataupun perorangan namun tanah tidak boleh dijual.

Pemerintah Daerah dapat mengeluarkan aturan yang melarang kepada masyarakat untuk tidak boleh menjual tanah sehingga masyarakat tidak menjadi penonton di wilayahnya sendiri.

Direktur RSUD Bajawa dr. Paulina H. H. Pelletimu, M.Kes, Sp.Rad dalam laporannya mengatakan bahwa dengan tuntutan reformasi kesehatan berupa penguatan layanan rujukan maka hal yang paling penting adalah pelayanan KJSU atau Kanker, Jantung, Stroke dan Uroneflologi.

Baca Juga :  Kinerja Baik, Yustinus Sani Kembali Pimpin Perumda Ende

Disampaikan, layanan ini merupakan layanan unggulan dari Kemenkes di mana RSUD pejabat dituntut untuk bisa melakukan pemenuhan layanan KJSU tersebut.

Dijelaskannya, untuk mendukung layanan KJSU ini terdapat program Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN) yaitu pengadaan Alkes dari Kemenkes untuk lima penyakit utama penyebab kematian.

Lanjutnya, bahwa tahun ini RSUD Bajawa sedang persiapan pelayanan kanker dan Uroneflologi (Hemodialisa/cuci darah).

Untuk layanan ini RSUD Bajawa mendapat alat hibah program SIHREN berupa alat pencampuran obat Silostika dan Mammografi untuk layanan Uroneflologi dan saat ini sedang menunggu jadwal visitasi dari Kemenkes dengan izin operasional layanan HD.

Tahun 2025 diharapkan sudah bisa melakukan layanan stroke dan jantung sehingga niatnya mendapatkan lokus untuk pemenuhan alat CT Scan 64 slice, alat echo jantung, alat katerisasi jantung dan USG Dopller untuk layanan HD dari Kementerian Kesehatan.

Untuk mendapatkan alat di hibah ini maka harus disediakan bangunan dan SDM sebelum alkes tersebut dihibahkan.

Kepada Wakil Ketua Komisi IX tersebut, dr Paulina berharap dapat membantu melalui dana DAK 2025 karena untuk tahun 2025, RSUD dibukakan locus melalui menu penguatan rumah sakit daerah oleh pembangunan rumah sakit baru dan menu penguatan layanan unggulan KJSU-KIA untuk pembangunan sarana gedung CT Scan,Cathlab,NICU dan PICU.

Baca Juga :  Bakal Calon Jalur Independen Pilkada Manggarai Harus Kantongi 24.209 KTP

Dan untuk pemenuhan SDM layanan KJSU, dr Paulina meminta pemerintah daerah melalui Bupati Ngada untuk bisa mendukung anggaran dan fasilitas untuk perekrutan SDM dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dokter spesialis saraf dan dokter spesialis Uroneflologi serta fisikawan medik.

Layanan KRIS (Kelas Rawat Inap Standar) JKN yaitu sistem yang menggantikan kelas 1, 2 dan 3 menjadi kelas rawat inap yang memenuhi 12 standar kriteria ruangan perawatan di mana per 1 Juli 2025 seluruh rumah sakit di Indonesia harus menerapkan hal ini bila ingin tetap melayani pasien BPJS.

Dari uraian tersebut maka tuntutan pengembangan layanan rujukan tidak dapat lagi dilakukan di RSUD Bajawa yang saat ini eksisting di Jalan Diponegoro Bajawa dikarenakan tidak adanya lagi lahan untuk menambah ruangan.

Kehadiran Rumah Sakit Umum Bajawa di Late sangat memungkinkan pengembangan pelayanan dan untuk pemberlakuan KRIS-JKN dimungkinkan jadi bangun di areal RSUD Bajawa di Late dikarenakan master plan untuk rawat nginap sudah didesain sesuai dengan kelas rawat inap standar.

“Melalui Bapak Melki Laka Lena kami berharap mimpi besar kami bisa terwujud sehingga afirmasi kami di akhir tahun 2025 kami bisa pindah ke tempat ini,” harap dr Paulina. *

Penulis: Wim de Rozari I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende
Anggota DPRD NTT Janji Kawal Perbaikan Gedung SMAK Baleriwu yang Rusak Akibat Gempa
Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan, Nakertrans Ngada Gelar Pelatihan Barber Pria
Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores
Pemkab Ngada Gelar Job Fair Selama Sepekan, 8 Perusahaan dan Lembaga Terlibat dalam Kegiatan
Oktovianus Moa Mesi Salurkan Bantuan Hand Traktor dari Bunda Julie Laiskodat kepada Dua Kelompok Tani di Ende
Nyala Pelita di Bumi Ribang: Ketika Harapan Menjemput Asa Lewat Mini Job Fair Nakertrans Sikka
Hari Kesepuluh Pencarian, Satu Korban Tenggelamnya Kapal Wisata KM Feronia Belum Ditemukan
Berita ini 133 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:13 WITA

Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Anggota DPRD NTT Janji Kawal Perbaikan Gedung SMAK Baleriwu yang Rusak Akibat Gempa

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:42 WITA

Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan, Nakertrans Ngada Gelar Pelatihan Barber Pria

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:16 WITA

Taman Doa Bunda Maria Semesta Alam Wolowio, Titik Star 40 Peserta Memulai Perjalanan Rohani Camino de Flores

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:13 WITA

Pemkab Ngada Gelar Job Fair Selama Sepekan, 8 Perusahaan dan Lembaga Terlibat dalam Kegiatan

Berita Terbaru