RUTENG, FLORESPOS.net-Usia Unika Santo Paulus Ruteng di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah mencapai 65 tahun. Dalam usia yang tidak mudah itu, Unika St. Paulus tentu tidak pernah berhenti melakukan transformasi, kolaborasi, dan berkarakter.
Komitmen itu terungkap pada puncak perayaan Dies Natalis Unika St. Paulus Ruteng, setidaknya seperti disampaikan Rektornya, Romo Maksimus Regus.
Menurutnya, perjalanan 65 tahun ini merupakan perjalanan syukur dan menjadi sebuah pertarungan untuk memenangkan nilai-nilai kebaikan dan kasih di tengah kehidupan.
“Karena itu, kita patut terima kasih kepada semua mulai para inisiator awal dari berdirinya lembaga pendidikan ini,” katanya.
Yang sama juga untuk para pemimpin terdahulu yang telah membuka jalan lebar sehingga lembaga ini terus bertumbuh dan berkembang sejauh ini.
Karena itu, tidak ada alasan bagi lembaga ini untuk berhenti melakukan transformasi, kolaborasi dan berkarakter.
Transformasi yang bertumbuh dan berkembang merupakan transformasi pendidikan dalam semangat kolaborasi menuju masyarakat berkarakter ini menjadi komunitas akademik yang transformatif kolaboratif dan berkarakter.
Dikatakan, transformasi, kolaborasi, dan berkarakter memiliki makna teologis yang berkaitan dengan visi Trinitaria, yakni Bapa, Putra dan Roh Kudus.
Transformasi itu tanda untuk mengubah atau melahirkan. Hal itu hanya bisa dilakukan oleh Tuhan dan atas kemauan-Nya sendiri untuk melakukan perubahan atau transformasi.
Bicara tentang transformasi, kita harus menukarnya dengan sebuah pengorbanan. Tidak ada transformasi kalau tidak ada pengorbanan.
Selanjutnya, kolaborasi. Kolaborasi itu satu kepingan bersama dengan transformasi. Tidak ada transformasi kalau tidak ada kolaborasi. Bekerja bersama bergandengan tangan.
“Saya pikir semangat kolaboratif itu ada di dalam diri Yesus sendiri ketika dia mengajak 12 Rasul berjalan bersama-Nya untuk mewartakan kasih Tuhan,” katanya.
Kolaborasi itu juga menjadi prinsip dan nilai agar transformasi itu berusia panjang dan bertahan lama. Dan, mahkota dari transformasi dan kolaborasi itu yang penting dan disebut dengan karakter.
Berkarakter ini barangkali bisa dianalogikan dengan roh dari perjalanan transformasi dan kolaborasi itu sendiri yang tidak bisa dilihat alias sesuatu yang abstrak.
Kalau membayangkan Unika yang berkarakter tentu muncul keinginan untuk membangun sebuah imajinasi tertentu guna melahirkan generasi -generasi berkualitas di tengah masyarakat.
Ketika itu, Ketua Yayasan Pendidikan St. Paulus (Yaspar), Rm. Ledobaldus Roling Mujur, mengatakan, Yaspar akan terus mendukung pengembangan Unika St. Paulus Ruteng.
“Selama 65 tahun Unika St. Paulus Ruteng telah melahirkan manusia berkarakter yang bekerja pada bidang dan profesi yang beragam,” katanya.
Unika telah menjadi lembaga yang sangat besar. Unika ini bisa melewati segala macam krisis hanya karena penyelenggaraan Allah semata.
Karena penyelenggaraan Allah diberikan berbagai peluang dan orang-orang yang tepat sehingga Unika bisa sampai di titik ini.
Yaspar sebagai Ibu yang telah melahirkan menyaksikan pertumbuhan Unika St. Paulus Ruteng menyampaikan komitmen untuk terus mengembangkannya ke depan.
Puncak Dies Natalis Unika Santo Paulus Ruteng, Senin (20/5/2024) berlangsung meriah. Perayaan puncak diawali dengan misa yang dipimpin Vikjen Keuskupan Ruteng, Romo Alfons Segar.
Hadir juga Bupati Manggarai Hery Nabit dan jajarannya, unsur Pemkab dari Mabar dan Matim berbaur undangan dan segenap civitas akademika Unika St. Paulus Ruteng. *
Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando










