BORONG, FLORESPOS.net-Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), berkomitmen untuk menekan angka stunting turun hingga 7 persen pada tahun 2024.
Penjabat Bupati Manggarai Timur Boni Hasudungan, Senin (20/5/2024) mengatakan hingga saat ini angka stunting di Kabupaten Manggarai Timur sudah sampai di 8.06 persen.
“Ini adalah sebuah capaian yang baik dan merupakan hasil kerja kita bersama dan kita terus berjuang hingga turun 7 persen,” katanya.
Penjabat Bupati mengatakan saat ini dukungan lintas sektor dan kerja kolaboratif telah dijalankan hingga kecamatan dan desa.
Dia mengapresiasi khusus kepada Pemerintah Kecamatan Kota Komba dan Kecamatan Lamba Leda Selatan bersama semua stake holdernya karena dua kecamatan ini stuntingnya menurun signifikan.
“Kita bergerak bersama dan secara berjenjang selain pendataan dan pendampingan dalam pencegahan stunting,” katanya.
Penjabat Bupati mengatakan ia selalu menekankan pentingnya pihak desa dan tenaga kesehatan memiliki data yang valid tentang ibu hamil (bumil) KEK, bumil dibawah umur dan kondisi lain yang berpotensi melahirkan bayi stunting.
Terhadap ini, katanya perlu dilakukan pendampingan sesuai dengan kondisi ibu sehingga program itu menjadi tepat sasaran. Lakukan juga pelaporan dan evaluasi secara berjenjang.
“Kita sudah memiliki alat ukur yang benar terkait stunting, maka sumber daya kesehatan dan tenaga pendamping bertugas untuk memastikan bumil atau anak stunting ditangani dengan tepat. Kerja kita yang utama adalah mencegah munculnya kasus stunting yang baru,” kata Penjabat Bupati.
Secara terpisah Kepala Dinas Pembangunan Masyarakat Desa, Gaspar Nanggar mengatakan program kerja dan anggaran yang dialokasikan oleh desa untuk penanganan stunting pada 159 desa di Manggarai Timur.
“Semua desa sudah menganggarkan dana yang cukup banyak dan melaksanakan program yang langsung menyentuh bumil berisiko dan anak stunting, walaupun untuk beberapa desa hasilnya belum signifikan,” katanya.
Sementara itu Kadis P2KBP3A, Jefrin.Hatyanto, juga berbagi cerita tentang Program “Cek Dapur Mama” yang menjadi salah satu upaya konkrit untuk melihat bagaimana pola makan keluarga yang dimulai dari dapur.
Katanya, stunting ini adalah membuat surat edaran Bupati Manggarai Timur agar semua desa dan kecamatan mereplikasi program Cek Dapur Mama. *
Penulis: Albert Harianto I Editor: Wentho Eliando










