Petani Satar Mese, Manggarai, Gelar Ritus Adat Tolak Bala Usir Hama Tikus - FloresPos Net

Petani Satar Mese, Manggarai, Gelar Ritus Adat Tolak Bala Usir Hama Tikus

- Jurnalis

Rabu, 15 Mei 2024 - 20:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Masyarakat adat dan petani di Desa Paka dan Desa Tal di Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, NTT, masih kental memegang kebiasaan leluhur dalam hal untuk mengusir bala bencana dari kehidupannya.

Kebiasaan itu berupa gelaran ritus adat tolak bala guna mengusir hama tikus yang dilakukan, beberapa hari lalu.

Kadistan Manggarai, Ferdy Ampur yang dihubungi wartawan, Rabu (15/5/2024) mengatakan, masyarakat adat mempunyai cara sendiri ketika muncul bencana, termasuk hama-hama yang menyerang tanaman.

“Mungkin ada yang dilanggar sehingga datang itu hama. Makanya perlu diadakan ritus adat tolak bala,” katanya.

Sedangkan Sekretarisnya Laurens Laoth mengatakan, ritus telah dilakukan beberapa hari lalu di kawasan terserang. Detailnya orang adat yang tahu persis bagaimana hal itu dilakukan.

Baca Juga :  BPOLBF Perkuat Sinergitas Lintas Komunitas Melalui KONTRAS

“Kita orang Manggarai masih kental dengan adatnya. Karena itu, ketika bencana berupa hama tikus datang, maka diadakan ritus adat itu,” katanya.

Kalau dulu itu rutin dilakukan baik di kebun maupun sawah agar padi atau jagung tumbuh subur dan bebas dari hama dan penyakit.

Yang tidak baik ‘oke one waes laud agu one leso saled (dibuang dan dihanyutkan air). Karena itu, kegiatan adat dipusatkan di pinggir sungai sekitar sawah.

Dikatakan, begitu pentingnya ritus adat ini sehingga unsur dari Pemkab Manggarai hadir bersama masyarakat. Sekda Fansy Jahang dan Kadistan Ferdy menyaksikan langsung pelaksanaan ritus adat itu.

Mengapa ritus adat dilakukan? Selain untuk meneruskan budaya leluhur, juga lahir dari pengalaman praktis ketika hama belalang menyerang jagung di Kecamatan Satar Mese Barat, beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Besok, Erik-Awaludin Diantar Relawan Daftar di KPU Ende

Usai ritus adat tolak bala untuk usir hama itu, belalang pun hilang. Jagung pun aman hingga panen.

Dalam keyakinan itu, maka hama tikus itu bisa teratasi atau hilang dalam beberapa waktu ke depan  ini.

Ditanya soal asal muasal tikus, Laurens Laoth menjelaskan, diperkirakan hama itu datang dari kawasan persawahan Ponggeok.

Mengapa? Di persawahan tersebut, padi sudah mengetam. Tikus kesulitan mendapatkan makanan.

Karena itu, tikus bermigrasi ke persawahan yang sedang memiliki padi di sekitarnya dan itu di wilayah Desa Tal dan Desa Paka. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Ketua TP PKK Sikka Pesan Jaga Kelestarian Ekosistem Bawah Laut di Teluk Maumere
Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan
Bantuan PKH Dipotong, Anamaria Datangi Kantor Cabang dan Ini Jawaban BRI
Kolaborasi Weekend at Parapuar x PENTAS, Rayakan Senja dan Musik di Alam Terbuka
Kafe Literasi Jadi Ruang Belajar dan Pusat Aktifitas Literasi yang Inklusif
Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan
Penyidik Polres Ende Amankan Eks Pejabat Kemensos RI, Diduga Terlibat Korupsi Bantuan Kapal
Bantu Ibu Melahirkan di Kapal Fery, Bidan Muda di Sikka Terima Penghargaan
Berita ini 134 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:06 WITA

Ketua TP PKK Sikka Pesan Jaga Kelestarian Ekosistem Bawah Laut di Teluk Maumere

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:26 WITA

Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:25 WITA

Bantuan PKH Dipotong, Anamaria Datangi Kantor Cabang dan Ini Jawaban BRI

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:43 WITA

Kafe Literasi Jadi Ruang Belajar dan Pusat Aktifitas Literasi yang Inklusif

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:02 WITA

Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan

Berita Terbaru

Opini

Prabowo Menggantikan Kepala BGN: Solusi atau Kolusi?

Kamis, 4 Jun 2026 - 11:55 WITA

Opini

Hindayana dan Kurikulum Keteladanan

Kamis, 4 Jun 2026 - 10:25 WITA