Olah Pangan Lokal Khas Manggarai Tutup KBM Siswa Kelas IX SMPN 4 Langke Rembong - FloresPos Net

Olah Pangan Lokal Khas Manggarai Tutup KBM Siswa Kelas IX SMPN 4 Langke Rembong

- Jurnalis

Rabu, 8 Mei 2024 - 17:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Aktivitas pembelajaran siswa kelas IX SMPN 4 Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT berakhir sudah, Rabu (8/5/2024) yang ditandai dengan pelaksanaan ujian akhir keterampilan mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan.

Keterampilan mata pelajaran tersebut fokus pada pengelolaan pangan lokal khas Manggarai, yakni Sombu dan Rakap.

Sombu dan Rakap merupakan olahan makanan tradisional Manggarai yang berbahan baku tepung jagung atau ubi kayu atau bahan pangan lokal lainnya.

Sombu dibuat dengan cara dikukus menggunakan peralatan masak tradisional dari periuk tanah dan bambu. Dan, Rakap dibuat dengan cara dibakar dalam bara api atau digoreng dengan sedikit minyak.

Puncak dari keterampilan mengolah pangan lokal itu terpantau wartawan, Rabu (8/5/2024), para guru dan semua yang hadir mencicipi Sombu dan Rakap yang telah dikemas menarik para siswa atas dampingan guru Fransiska Ndiana dan Patrisius Yosefus Darmo.

Baca Juga :  Pemerintah Indonesia Kirimkan Bantuan Kemanusiaan Palestina dan Sudan

Sombu dan Rakap itu  dipastikan karya para siswa yang ditandai kemampuan mempresentasekan secara  lisan cara membuat makanan khas Manggarai itu di hadapan Kasek Wens Resman, para guru, dan para wartawan yang meliput kegiatan tersebut.

Setelahnya, rekreasi bersama sekolah terakhir dengan siswa kelas IX yang telah selesai menimba ilmu di sekolah tersebut.

Kaseknya, Wens Resman ketika itu banyak memberi apresiasi kepada para guru karena telah melaksanakan semua program sekolah dengan baik secara bersama-sama.

“Apa yang terjadi sekarang ini adalah hasil dari kerja sama kita semua. Terlebih anak-anak bisa buat sesuatu yang praktis untuk bekal kehidupan selanjutnya,” katanya.

Ujian akhir ini dilaksanakan dengan baik adalah bukti nyata bahwa guru-guru hebat dan anak-anak juga hebat. Karena itu, kerja bersama, kerja keras, dan kekompakan harus tetap dijaga.

Kepada para siswa, Kasek Wens berpesan agar apa yang didapat di sekolah ini dibawa pergi dalam pendidikan lanjut nantinya.

Baca Juga :  Nataru Bersama Kopdit Obor Mas KCU Ende Momen Perkuat Kebersamaan dan Solidaritas

Kalau ingin lebih hebat lagi dalam mengelola bahan pangan, maka baik sekali jika dalam pendidikan lanjut, siswa mengambil sekolah menengah kejuruan program tata boga.

Guru Patrisius Yosefus Darmo mengatakan, sengaja anak-anak diajarkan untuk mengelola pangan lokal khas Manggarai.

“Ini maksudnya supaya anak-anak tahu itu makanan tradisional dan tahu pula cara membuatnya,” katanya.

Makanan khas perlu diwariskan kepada generasi muda agar tidak lupa dan tetap lestari di tengah masyarakat Manggarai.

Untuk hari terakhir ini, mata keterampilan yang juga diuji adalah TIK yang diampu guru Angelina Avia Grasiana, dan guru Laurensius Suyono Labi.

Dan, mata pelajaran PPKn yang diajar guru Efridus Nantas, Agustinus Warsan, dan Maria Trivonia Jaya. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Ombudsman NTT Sarankan Perangkat Daerah Segera Benahi Standar Pelayanan Publik
Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi
DLH Ende Bersihkan Drainase yang Mampet Akibat Tumpukan Sampah, Ini Imbauan ke Warga
Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung
DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian
Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro
Berita ini 122 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 18:46 WITA

Ombudsman NTT Sarankan Perangkat Daerah Segera Benahi Standar Pelayanan Publik

Jumat, 6 November 2026 - 17:35 WITA

Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi

Jumat, 6 November 2026 - 14:32 WITA

DLH Ende Bersihkan Drainase yang Mampet Akibat Tumpukan Sampah, Ini Imbauan ke Warga

Jumat, 6 November 2026 - 10:22 WITA

Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung

Kamis, 5 November 2026 - 18:07 WITA

Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko

Berita Terbaru