Kampung Nelayan Modern Kedua Indonesia Segera Dibangun di Warloka Manggarai Barat - FloresPos Net

Kampung Nelayan Modern Kedua Indonesia Segera Dibangun di Warloka Manggarai Barat

- Jurnalis

Sabtu, 9 Maret 2024 - 19:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pemerintah Pusat (Pempus) segera membangun kampung nelayan moderen (kalamo) di Warloka, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam waktu dekat.

Fatinci Reynilda, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP) Mabar mengatakan itu kepada Florespos.net di Labuan Bajo, Jumat (8/3/2024).

Menurutnya, kalamo Warloka merupakan yang kedua di Indonesia setelah di Kabupaten Biak, Papua yang dibangun tahun 2023. Warloka berada di timur selatan Labuan Bajo ibu kota Mabar.

Fisik kalamo Warloka direncanakan akan mulai dibangun April 2024 dan selesai Agustus 2024. Tetapi urusan lain menyangkut hal satu itu (kalamo Warloka) sudah berjalan selama ini.

“Dan yang meresmikannya nanti mungkin Bapak Presiden Jokowi (Joko Widodo) sendiri, sebelum masa jabatannya selesai,” ucap Kadis Fatinci.

Ending dari pembangunan kalamo Warloka khususnya, kata Kadis Fatinci, untuk kemakmuran, kesejahteraan masyarakat, terlebih warga Warloka selaku pengelola kalamo dalam bentuk koperasi dan ada pemberdayaan masyarakat setempat.

Baca Juga :  Antraks Dapat Perhatian Serius Dinas Peternak Mabar

Lebih jauh diungkapkan, kalamo Warloka dibangun oleh Pempus melalu Kementerian Kelautan dan Perikanan(KKP) Republik Indonesia (RI). Total anggaran Rp. 21, 6 miliar. Pemkab Mabar hanya memfasilitasi, di antaranya soal lahan.

Ditingkat Pemkab Mabar, pembangunan kalamo Warloka lintas sektoral. OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang terlibat, antara lain Dinas Lingkungan Hidup, Dinas yang berhubungan dengan UMKM, Dinas Perdagangan dan Perinduatrian terkait pasar, disamping KPP. Juga ada PLN terkait listrik dan PDAM sehubungan dengan air bersih serta lain-lain.

Khusus lahan tak masalah. Sekda Mabar, Fransiskus Sales Sodo, beberapa hari lalu sudah turun dan pulang dari lokasi, Warloka. Dijamin lahan tidak ada soal, karena memanfaatkan tanah desa setempat, Warloka, beber Kadis Fatinci.

Lanjut Kadis Fatinci, sesuai layout plant kawasan, bahwa program pembangunan kalamo Warloka ada 14 item pekerjaan. Ke 14 item yakni stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN), rumah tangki SPBN, pabrik es, kantor, peparkiran, balai nelayan, gerbang, pasar tradisional, tempat pembuangan sampah (TPS), toilet, sentra kuliner, trastle, tambatan perahu, dan wisata mangrove.

Baca Juga :  Ini Pembagian Grup Turnamen Askab Ende Cup U23

Ditambahkan, cikal bakal dari kalamo Warloka adalah kampung nelayan maju. Beberapa tahun lalu NU bersama pemerintah mencanangkan Warloka sebagai kampung nelayan maju. Dua tahun berturut-berturut KKP meluncurkan program ini di Warloka dengan besaran anggaran sekitar Rp. 600 juta/tahun, hasilnya baik. Masyarakat setempat begitu antusias menjalankan kegiatan kampung nelayan maju Warloka.

Atas keberhasilan, kesuksesannya, Warloka diusulkan menjadi kalamo, bersama belasan daerah lain di tanah air. Namun Warloka yang terpilih untuk dibangun menjadi kalamo 2024 karena tidak ada masalah, termasuk tanah. Status lahan Warloka clean and clear, tutup Kadis Fatinci.

Pada tempat berbeda, Wakil Bupati (Wabup) Mabar Yulianus Weng, juga senada dengan Kadis Fatinci. *

Penulis: Andre Durung I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

GP Ansor Pulau Ende dan Ta’mir Darul Muqamah Doa Bersama Sambut 1 Muharam
SMAS Bhaktyarsa Maumere dan Berbagai Keunggulan Berkat Inovasi Tiada Henti
Meningkat Jumlah UMKM di Manggarai Barat
Keluarga Pendidikan Pertama dan Utama Ciptakan Budaya Belajar di Tengah Masyarakat
Weekend at Parapuar by IN-FLORES Hadirkan Edukasi Alam, Lingkungan, dan Budaya Flores di Natas Parapuar
Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Ende Gelar Turnamen Futsal
HUT Ke-19, KSP CU Gerbang Kasih KAE Resmikan Kantor Cabang Mbay
Dampak Penertiban, Pedagang Pasar Alok Minta Pemerintah Ganti Rugi Barang Yang Rusak
Berita ini 162 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 20:25 WITA

GP Ansor Pulau Ende dan Ta’mir Darul Muqamah Doa Bersama Sambut 1 Muharam

Senin, 15 Juni 2026 - 20:13 WITA

SMAS Bhaktyarsa Maumere dan Berbagai Keunggulan Berkat Inovasi Tiada Henti

Senin, 15 Juni 2026 - 13:49 WITA

Meningkat Jumlah UMKM di Manggarai Barat

Senin, 15 Juni 2026 - 12:27 WITA

Keluarga Pendidikan Pertama dan Utama Ciptakan Budaya Belajar di Tengah Masyarakat

Senin, 15 Juni 2026 - 09:53 WITA

Weekend at Parapuar by IN-FLORES Hadirkan Edukasi Alam, Lingkungan, dan Budaya Flores di Natas Parapuar

Berita Terbaru

Ekonomi

Meningkat Jumlah UMKM di Manggarai Barat

Senin, 15 Jun 2026 - 13:49 WITA