LARANTUKA, FLORESPOS.net-Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunter) Kabupaten Flores Timur kian gencar melakukan sosialisasi dan vaksinasi terhadap hewan penular (HPR) anjing di wilayah yang masuk dalam zona endemik rabies tersebut.
Terbaru, dinas yang dipimpin Petrus Petara Aran baru-baru ini melakukan sosialisasi sekaligus deklarasi dan vaksinasi masal terhadap hewan penular rabies (HPR) anjing di Pulau Solor.
Kegiatan yang dipusatkan di Desa Nusadani, Kecamatan Solor Barat berlangsung pada Rabu (22/2/2024) melibatkan para kepala desa, BPD, Kepala Puskesmas, Babinsa, Babinkamtibmas se-Pulau Solor.
“Target kami, tahun 2030, Flores Timur bebas rabies. Kami mulai dari Pulau Solor. Baru-baru ini, kami sosialisasi dan deklarasi bebas rabies di Desa Nusadani melibatkan semua Kades, BPD, Kapus, Babinsa, Babinkamtibmas dan pihak terkait lainnya se-Solor,” kata Kepala Disbunter Flores Timur Petrus Petara Aran kepada Florespos.net, Senin (26/2/2024).
Petrus Petara mengatakan, Disbunter saat ini gencar melakukan sosialisasi dan vaksin di wilayah Pulau Solor dan setelahnya ke wilayah perbatasan baik utara maupun selatan Kabupaten Flores Timur dengan Kabupaten Sikka.
Menurut Petrus Petara, setelah wilayah perbatasan, Disbunter menyebar ke wilayah daratan Larantuka lainnya dan Pulau Adonara. Karena mengacu data tahun 2022, populasi anjing di Flores Timur sekitar 4000 ekor.
“Saat sosialisasi di Pulau Solor, kami juga vaksinasi anjing. Saat itu, kami bisa vaksin sekitar 500 ekor anjing. Populasi anjing di wilayah kita berdasarkan data tahun 2022, sedikitnya 4.000 ekor anjing. Bisa saja sekarang bertambah,” katanya.
Petrus Petara mengatakan untuk mendukung upaya dan gerakan bebas rabies itu, pihaknya juga mendapat bantuan 100.000 vial vaksin rabies dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Untuk bantuan dari BNPB dan gerakan tersebut, pihaknya akan melibatkan TNI dan Polri serta pihak terkait lainnya. Seluruh urusan berkaitan dengan berantas rabies di wilayah Flores Timur akan dibantu oleh BNPB.
“Untuk bantuan vaksin dari BNPB ini, kami sedang menunggu Juknis pelaksanaan dari provinsi. Kita dapat bantuan dari BNPB karena Flores termasuk Flores Timur masuk daerah endemik rabies dan itu kategori bencana. Persediaan kita saat ini ada 5000 Var,” kata Petrus Petara.
Petrus Petara mengharapkan dukungan semua pihak termasuk media dan wartawan untuk secara bersama-sama melakukan sosialisasi pencegahan agar Flores Timur bisa segera bebas rabies maksimal sesuai target tahun 2030. *
Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus










