LARANTUKA, FLORESPOS.net-Kepedulian dan rasa empati terhadap sesama yang mengalami bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT, datang dari berbagai pihak.
Salah satunya datang dari anak-anak Kompleks Perumnas Maumere, Kabupaten Sikka.
Setelah melakukan aksi sosial mengumpulkan donasi, anak-anak Perumnas Maumere yang tergabung dalam Apers Family Maumere turun langsung menyalurkan bantuan bagi warga terdampak yang mengungsi di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang.
“Kami salurkan bantuan bagi warga terdampak dari Dusun Goriliang, Desa Klatonlo yang mengungsi di Desa Pululera. Mereka berjumlah 85 jiwa atau 25 kepala keluarga. Di antara mereka, ada balita 6 orang,” kata Naldo Eliando kepada Florespos.net Senin (8/1/2023) siang usai salurkan bantuan.
Menurut Naldo Eliando, bantuan yang disalurkan berupa mie instan, telur ayam, pampers, obat nyamuk, sayur labu jepang, sayur kol, dan sayur kangkung.
“Kami salurkan mie instan, telur ayam, masker, pampers, obat nyamuk. Juga, ada sayur labu, sayur kol, dan sayur kangkung satu karung. Kami 4 orang yang datang ke lokasi salurkan bantuan,” katanya.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada semua yang telah memberikan bantuan melalui kami untuk kami teruskan ke saudara-saudari kita yang terdampak langsung erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki,” tutup Naldo Eliando.
Informasi yang diperoleh Florespos.net, Senin (8/1/2024), bantuan disalurkan langsung oleh 4 orang anak-anak Apers Family Maumere, yakni Naldo Eliando, Risto, Oskar dan Ical.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Dusun Goliriang, Desa Klatonlo, Kecamatan Wulanggitang, Theresia Bewa Gapun, yang juga mengungsi secara mandiri di Desa Pululera.
Gunung Lewotobi Laki-laki dinaikan statusnya ke Level II waspada pada 17 Desember 2023. Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami erupsi pada 1 Januari 2024 dini hari. Statusnya dinaikan ke Level III siaga pada 1 Januari 2024.
Hingga Senin (8/1/2024) pagi, warga terdampak langsung yang mengungsi akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, berjumlah 4.681 jiwa.
Selain secara mandiri di Desa Pululera dan Desa Hewa, warga terdampak langsung juga mengungsi secara terpusat pada 2 Posko Utama, yakni SMP Negeri Wulanggitang, di Boru, Kecamatan Wulanggitang, dan Posko Konga di Kantor Desa Konga, Kecamatan Titehena. *
Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus










