Calon Guru Penggerak Ngada Angkatan 8 Gelar Lokakarya Panen Hasil Karya - FloresPos Net

Calon Guru Penggerak Ngada Angkatan 8 Gelar Lokakarya Panen Hasil Karya

- Jurnalis

Senin, 4 Desember 2023 - 08:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokakarya Panen Hasil Belajar calon Guru Penggerak Kabupaten Ngada.

Lokakarya Panen Hasil Belajar calon Guru Penggerak Kabupaten Ngada.

BAJAWA, FLORESPOS.net-Calon Guru Penggerak (CGP) angkatan 8, Kabupaten Ngada melaksanakan kegiatan Lokakarya 7 Panen Hasil Karya. Lokakarya dimaksud diikuti 36 peserta.

Kegiatan tersebut dibuka Plt. Asisten 1 Setda Ngada, Anastasia Moi mewakili Bupati Ngada Andreas Paru di Aula Kopdit Sangosay, Sabtu (2/12).

Kegiatan tersebut dibuka Plt Asisten 1 Setda Ngada Anastasia Moi mewakili Bupati Ngada Andreas Paru.

Bupati Ngada Andreas Paru dalam sambuatan yang dibacakan Anastasia Moi mengatakan, tujuan besar dan komitmen untuk membangun Kabupaten Ngada yang unggul, mandiri dan berbudaya telah dirumuskan dalam visi pembangunan Kabupaten Ngada 2021-2026 yakni terwujudnya masyarakat Ngada yang unggul, mandiri dan berbudaya berbasis pertanian dan pariwisata berwawasan lingkungan.

Dijelaskannya, lokakarya Program Pendidikan Guru Penggerak Sejalan dengan misi kedua yakni meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia. Kualitas dan SDM merupakan bagian dari upaya mencapai visi unggul yang sehat, kuat, cerdas, terampil dan kreatif.

Menurut Bupati Andreas, program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) merupakan program pengembangan keprofesian berkelanjutan melalui kegiatan kolektif guru.

Program ini tentunya bertujuan untuk memberikan bekal kemampuan kepemimpinan pembelajaran dan pedagogik kepada guru sehingga mampu menggerakkan komunitas belajar baik di dalam maupun di luar sekolah serta berpotensi menjadi pemimpin pendidikan yang dapat mewujudkan rasa nyaman, aman dan kebahagiaan peserta didik ketika berada di lingkungan sekolahnya masing-masing.

Baca Juga :  Recis Bajawa Raih Juara 1 Tiga Mata Lomba di Dies Natalis Unika St. Paulus Ruteng

Dirinya berharap dalam kegiatan rekrutmen calon peserta pendidikan guru penggerak selain sebagai pemimpin pembelajaran juga untuk mendapatkan guru atau kepala sekolah yang terbaik dan memenuhi syarat.

“Saya menyambut baik kebijakan bahwa guru penggerak ke depan diberikan ruang dan prioritas untuk menjadi kepala sekolah, pengawas sehingga pemimpin-pemimpin sekolah generasi berikutnya adalah pemimpin yang benar-benar berkualitas,” ungkapnya.

Sixta Oktaviana, Perwakilan dari Balai Guru Penggerak Provinsi NTT mengatakan, Program Pendidikan Guru Penggerak merupakan program unggulan atau program prioritas Kemdikbudristek di mana program ini bertujuan untuk menyiapkan pemimpin pembelajaran yang mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat pada murid.

Selain itu, program Guru Penggerak ini juga sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas guru dan mewujudkan merdeka belajar.

Program ini diikuti oleh seluruh guru, baik Guru ASN maupun Non ASN, dari sekolah negeri maupun sekolah swasta, pada satuan pendidikan formal pada semua jenjang.

Baca Juga :  Gugus I Bajawa Gelar Porseni dan Sains

Tentunya dengan seleksi yang sangat ketat untuk sampai ke pendidikan guru penggerak ini.

CGP telah mengikuti Pendidikan selama 6 bulan dengan pola hybrid (daring dan luring), di mana untuk daringnya melalui learning management system dengan didampingi oleh fasilitator, lalu pengajar praktik pada saat pendampingan individu dan Lokakarya dan Instruktur pada saat elaborarasi pemahaman.

Dalam pendidikan selama 6 bulan para CGP banyak belajar terkait alur Merdeka, mulai dari diri, eksplorasi konsep, ruang kolaborasi, demonstrasi kontekstual, elaborasi pemahaman, koneksi antar materi dan Aksi nyata.

CGP dibekali dengan materi pembelajaran dengan sistem “On the job learning” dimana selama mengikuti program guru penggerak para guru tetap menjalankan perannya di sekolah sekaligus menerapkan pengetahuan yang di dapat dari ruang-ruang pelatihan ke dalam ruang kelas.

“Program guru penggerak sangat luar biasa manfaatnya, salah satu contohnya adalah guru-guru makin paham akan penggunaan teknologi atau IT,” tambahnya.

Hadir pula pada kesempatan tersebut yakni Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngada, Gregorius Keo Molo serta sejumlah kepala sekolah dan pengawas. *

Penulis: Wim de Rozari I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Relawan Sahabat JSL Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Terdampak Bencana di Ende
Dampak Gempa Flores, Seluruh Rangkaian Kegiatan HUT RI di Sikka Dibatalkan
Kabasarnas Pantau Langsung Penanganan Gempa M 7,7 di Flores, Korban Jiwa Capai 51 Orang
Menteri PU, Gubernur dan Kapolda NTT Tinjau Tiga Lokasi Terdampak Bencana di Ende
RSUD Aeramo Layani Pasien di Tenda Darurat, Gedung Rusak Akibat Gempa
Gempa Flores, Tim SAR Gabungan Lakukan Evakuasi 79 Korban di Nagekeo
Pemda Diminta Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana dan Mendirikan Posko
Pasca Gempa Flores, Pemerintah Bergerak Cepat Mengatasi Dampak Bencana dan Membantu Korban
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:06 WITA

Relawan Sahabat JSL Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Terdampak Bencana di Ende

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:29 WITA

Dampak Gempa Flores, Seluruh Rangkaian Kegiatan HUT RI di Sikka Dibatalkan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:59 WITA

Kabasarnas Pantau Langsung Penanganan Gempa M 7,7 di Flores, Korban Jiwa Capai 51 Orang

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:37 WITA

Menteri PU, Gubernur dan Kapolda NTT Tinjau Tiga Lokasi Terdampak Bencana di Ende

Minggu, 16 Agustus 2026 - 17:03 WITA

RSUD Aeramo Layani Pasien di Tenda Darurat, Gedung Rusak Akibat Gempa

Berita Terbaru