RUTENG, FLORESPOS.net-Persiapan pembentukan Keuskupan Labuan Bajo, Mabar yang mekar dari Keuskupan Ruteng, NTT nantinya akan berujung pada penetapan uskupnya.
Penetapan dan pengumuman Uskupnya tentu momen yang ditunggu-tunggu. Tetapi, untuk sementara ini, semuanya masih menjadi misteri karena Sri Paus Fransiskus belum mengetuk palu untuk menentukan Uskup Keuskupan Labuan Bajo itu.
Uskup Dioses Ruteng Mgr. Sipri Hormat melalui Direktur Puspas Rm. Marthin Chen kepada wartawan di Ruteng, Kamis (23/11/2023) mengatakan, dalam pembentukan keuskupan baru pasti diikuti dengan penetapan uskupnya.
“Momen itu yang pasti ditunggu. Saya kira sekarang ini, menunggu pengumuman Uskupnya,” katanya.
Dikatakan, umat atau siapapun di tingkat keuskupan pasti menunggu keputusan dari otoritas tertinggi gereja di Vatikan, Roma.
Wewenang itu hanya ada di tangan Bapa Suci, Sri Paus Fransiskus. Kapan momen itu datang tergantung Sri Paus.
Kapan waktunya dan siapa orangnya, hal itu juga tidak diketahui. Apakah orang baru sama sekali atau yang selama ini ikut berproses, semuanya penuh misteri.
Untuk penentuan pemimpin gereja seperti Uskup, ada prosesnya, tetapi tidak diketahui umat dan apalagi publik umum.
Prosesnya pasti dari bawah juga, tetapi tidak diketahui banyak orang bagaimana orang-orang itu bekerja sehingga nama para calon sampai di Vatikan.
Menurutnya, ketidaktahuan momen itu tidak berpengaruh pada persiapan-persiapan riil di lapangan untuk keuskupan baru. Semua proses dilaksanakan biasa.
Demikian juga dengan pelayanan umat dan aneka kegiatan pastoral tetap berjalan normal saja.
Prinsipnya, demikian Rm. Chen, Keuskupan Induk berupaya memberikan yang terbaik. Mempersiapkan segala sesuatunya secara maksimal agar ketika momennya tiba, Keuskupan baru bisa langsung bergerak sebagai keuskupan mandiri.
“Kalau kita pikir, lama itu baik juga. Dengan itu, persiapan di lapangan bisa lebih baik dan matang untuk keuskupan baru itu nantinya,” katanya.
Vikjen Keuskupan Ruteng, Rm. Alfons Segar dalam pernyataan resminya di media Katoliku_Keren, beberapa waktu lalu mengatakan, realisasi pemekaran Keuskupan Labuan Bajo, belum bisa dipastikan kapan waktunya.
“Untuk umat atau siapapun diharapkan untuk terus berdoa agar rencana dan wacana pembentukan keuskupan baru itu bisa segera menjadi kenyataan,” katanya. *
Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando










