LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Penerimaan sementara dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar), NTT 2023 masih seret. Hingga Oktober, realisasi PAD masing-masing kedua OPD belum mencapai setengah dari target.
Kedua OPD di maksud yakni Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Parekrafbud), serta Dinas Cipta Karya, Sumber Daya Air dan Tata Ruang (CKSDATR).
Sekretaris Dinas CKSDATR Mabar, Stefanus Egidius Syukur, menanggapi media ini di Labuan Bajo, Kamis (26/10/2023) mengatakan, realisasi sementara PAD instansinya per Oktober baru mencapai Rp. 5,4 miliar dari total target Rp. 22 miliar.
PAD CKSDATR berasal dari 2 sumber, yakni dari Persetujuan Bangun Gedung (PBG) yang sebelumnya Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan dari Denda atas Pelanggaran Perda Tata Ruang.
Target PAD pada pos Denda atas Pelanggaran Perda Tata Ruang Rp.11,5 miliar, realisasi sementara Rp.926 juta. Sedangkan target PAD pada pos PBG yakni Rp.10, 5 miliar, realisasi sementara sekitar 4 miliar.
Syukur mengungkapkan, pemasukan PAD instansinya antara lain tergantung dari banyaknya orang/pihak yang melakukan pembangunan di Mabar. Hal dimaksud di antaranya terkait pajak material lokal bangunan, katanya.
Sekretaris Dinas Parekrafbud Mabar, Chrispinianus Mesima melalu WA yang diterima Florespos.net, Kamis (26/10/2023), bahwa realisasi sementara PAD dinasnya per 20 Oktober sudah mencapai Rp. 5,4 miliar dari target Rp. 28,5 miliar.
Namun Mesima tak menyebutkan penyebab seretnya penerimaan sementara PAD OPD-nya di 2023, khususnya Janiari-20 Oktober.
Dilansir media ini sebelumnya, Pendapatan Asli Daerah Dinas Kominfo Manggarai Barat bakal capai target. *
Penulis: Andre Durung / Editor: Wentho Eliando










