ENDE, FLORESPOS.net-Harga beras di toko dan pasar di Kabuapeten Ende, Provinsi NTT saat ini sudah naik dari harga sebelumnya. Kenaikan harga salah satu bahan kebutuhan pokok ini sangat berdampak pada masyarakat.
Belakangan, warga Ende mulai mengeluh naiknya harga beras. Masyarakat mulai menjerit dan meminta pemerintah melakukan intervensi dengan operasi pasar.
Kepala Bulog Ende, Pieter E. Dehaan dikonfirmasi Florespo.net, Selasa (19/9/2023) siang mengatakan harga beras di Ende naik karena secara nasional juga mengalami kenaikan harga.
Menurut dia, secara nasional kenaikan harga beras itu disebabkan menurunnya produksi di wilayah sentra produksi karena musim kemarau dan badai elnino.
Pieter mengatakan, saat ini harga beras di Bulog juga sudah naik dari sebelumnya. Kenaikan harga ini sudah ditetapkan pemerintah pada September 2023 lalu.
Dia menyebut, sebelumnya Harga Eceran Tertinggi (HET) di Bulog untuk beras medium Rp 9.950. Kini naik menjadi Rp 11.500 per kg. Sedangkan beras premium sebelumnya Rp 13.300, kini naik menjadi Rp 14.400 per kg.
Pieter mengatakan, saat ini stok beras di gudang Bulog Ende sebanyak 1.100 ton dan stok ini mencukupi selama tiga bulan kedepan.
Untuk antisipasi lonjakan harga di pasar, katanya, Bulog Ende terus upayakan melakukan intervensi dengan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga.
“Kami akan kerja sama dengan pemerintah, pedagang untuk operasi pasar. Tapi saat ini kami fokus distribusi pangan tahap kedua kepada masyarakat,” kata Pieter. *
Penulis: Willy Aran / Editor: Wentho Eliando










