AKI dan AKB Harus Jadi Perhatian Serius Semua Pihak di Ngada - FloresPos Net

AKI dan AKB Harus Jadi Perhatian Serius Semua Pihak di Ngada

- Jurnalis

Senin, 31 Juli 2023 - 15:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAJAWA, FLORESPOS.net-Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Dr. Yovita B. M. Due mengatakan Kesehatan Ibu dan Anak/Bayi untuk menekan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bagi (AKB) tidak hanya menjadi tugas tenaga kesehatan, tetapi menjadi tugas semua pihak.

“AKI dan AKB merupakan masalah serius yang perlu mendapat perhatian serius pula dari semua pihak. Tidak hanya tenaga kesehatan,” kata Dr. Yovita B. M. Due yang akrab disapa dr. Ati Due.

Dia menyampaikan itu pada kegiatan Pertemuan Multi Stakeholder Ngada untuk  AKI dan AKB, di Aula Kantor BP-Litbang Ngada, Kamis (27/7/2023), dalam materinya yang berjudul Gambaran Kasus Kematian Maternal dan Neto Neonatal di Kabupaten Ngada Tahun 2019 hingga 2023.

“Dalam RPJMD Kabupaten Ngada tahun 2021-2026, penurunan AKI dan AKB serta penurunan angka kesakitan, dan penurunan angka prevensi stunting menjadi indikator kinerja utama sektor kesehatan di Kabupaten Ngada,” kata dr. Aty Due.

Dia mengatakan, sejak tahun 2019 hingga Juli 2023, ada kasus kematian ibu. Tahun 2019, di Puskesmas Ladja 1 kasus, tahun 2020 ada 1 kasus di Puskesmas Inerie, tahun 2021 di Puskesmas Langa, tahun 2022 meningkat menjadi 4 kasus, yakni di Inelika, Maronggela, Radabata dan Watumanu dan tahun 2023 ada 1 kasus di Puskesmas Aimere.

Data kematian bayi juga sungguh memprihatinkan. Di mana pada tahun 2019 tercatat sebanyak 15 kasus 2020, 24 kasus tahun 2021, 12 kasus tahun 2022, dan 21 kasus dan kondisi terakhir 2023 sebanyak 13 kasus.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi adalah rendahnya tingkat pengetahuan dan kesadaran ibu, keluarga dan masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan dan deteksi dini faktor risiko pada ibu hamil, nifas dan bayi baru lahir.

Persoalan lainnya, adalah rendahnya cakupan pasangan usia subur yang mengikuti program KB, rendahnya peran serta masyarakat dan pemangku kepentingan pada setiap tingkatan juga keterlibatan suami dan keluarga dalam pelayanan ibu hamil dan bayi masih sangat terbatas.

Baca Juga :  Inovasi Pelayanan Publik Harus Fokus pada Kebutuhan Masyarakat

Pola hidup bersih dan sehat yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan di samping keterbatasan akses dan sarana sanitasi yang layak termasuk hari bersih dan rumah sehat juga pola makan atau pola asu yang juga masih perlu diperbaiki.

Dokter Aty juga mengangkat masalah ekonomi keluarga yang terbatas termasuk AKI dan AKB yang belum menjadi isu bersama di semua tingkatan sehingga masyarakat belum menjadi pihak yang merasa sebagai tanggung jawab bersama.

Sistem database kesehatan ibu dan anak di tingkat desa belum tertata dengan baik sehingga menghambat fungsi komunikasi koordinasi juga kontrol pengawasan dari pemerintah setempat.

Diakuinya, juga masih kurang peralatan kesehatan yang ada di puskesmas ditambah ada masalah 4 Terlambat, yakni terlambat mengambil keputusan, terlambat merujuk, terlambat sampai di tempat rujukan dan terlambat mengambil tindakan atau mendapat pertolongan. Sasaran ibu hamil dan bayi belum mendapat pelayanan yang optimal.

Sementara Edel Mary Quien Mole, Coordinator Ngada Program Momentum USAID kepada Florespos.net, menjelaskan kematian ibu dan bayi serta prevalensi stunting merupakan indikator yang berkontribusi dan berdampak luas terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Penurunan AKI, AKB dan prevalensi stunting ditetapkan sebagai target prioritas nasional di dalam RPJMN 2020-2024 yang selanjutnya diuraikan secara lebih terperinci di dalam Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2020-2024.

Hal yang sama juga menjadi target Pemerintah Provinsi NTT yakni menurunkan angka stunting sampai 10 persen dan zero AKI dan AKB.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada menunjukkan bahwa pada tahun 2022, terjadi peningkatan signifikan jumlah kematian ibu dan bayi di Ngada, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Ado Wawo : PSN Ngada Berpeluang Juara ETMC 2023

Pada tahun 2020, terdapat 1 kasus kematian ibu dan 24 kasus kematian bayi. Di tahun 2021 terdapat 1 kasus kematian ibu dan 12 kasus kematian bayi. Namun, di tahun 2022, terjadi peningkatan signifikan dalam kasus kematian ibu dan bayi, dengan 4 kasus kematian ibu dan 42 kasus kematian bayi.

Sebagian besar kematian terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bajawa. Sementara itu, untuk tahun 2023, terhitung Januari- Mai 2023, telah terjadi 9 kasus kematian bayi.

Persoalan ini katanya, membutuhkan perhatian serius dan perlu segera ditangani. Sebagai langkah awal, Dinas Kesehatan Ngada didukung Program Momentum USAID telah melakukan pengkajian kasus kematian ibu dan bayi oleh Tim Audit Maternal Perinatal Suveilans dan Respons (AMP-SR) Ngada pada tanggal 8-9 Desember 2022.

Selanjutnya, April 2023, Dinas Kesehatan Ngada melakukan pengkajian kasus kematian bayi untuk tahun 2023. Berdasarkan hasil kajian tersebut, Tim AMP-SR mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk perbaikan pelayanan kesehatan ibu dan bayi terutama peralatan kesehatan pada lingkup Puskesmas dan Rumah Sakit.

Hal ini menurutnya, sejalan dengan pertemuan Regular Pokja AKI dan AKB Kabupaten Ngada pada tanggal 5 April 2023 yang merekomendasikan beberapa point.

Dari poin rekomendasi itu, diharapkan segera ditindaklanjuti yang mana salah satunya adalah memperkuat rekomendasi yang dihasilkan dari audit kematian ibu dan bayi (AMPSR) pemenuhan peralatan kesehatan pada Rumah Sakit dan Puskesmas.

Kata Edel Mary, pemenuhan peralatan kesehatan ini menjadi kebutuhan yang sangat mendesak untuk ditindaklanjuti sehingga dibutuhkan peran multi pihak untuk bersama-sama menyikapinya. *

Penulis: Wim de Rozari / Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Kolaborasi Weekend at Parapuar x PENTAS, Rayakan Senja dan Musik di Alam Terbuka
Kafe Literasi Jadi Ruang Belajar dan Pusat Aktifitas Literasi yang Inklusif
Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan
Penyidik Polres Ende Amankan Eks Pejabat Kemensos RI, Diduga Terlibat Korupsi Bantuan Kapal
Bantu Ibu Melahirkan di Kapal Fery, Bidan Muda di Sikka Terima Penghargaan
Bupati Endi: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Delapan Sanggar di Ende Ikut Lomba Naro Memperebutkan Piala Bupati
Literasi Fondasi Utama Membangun Sumber Daya Manusia Berkualitas
Berita ini 141 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:12 WITA

Kolaborasi Weekend at Parapuar x PENTAS, Rayakan Senja dan Musik di Alam Terbuka

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:43 WITA

Kafe Literasi Jadi Ruang Belajar dan Pusat Aktifitas Literasi yang Inklusif

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:02 WITA

Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:38 WITA

Penyidik Polres Ende Amankan Eks Pejabat Kemensos RI, Diduga Terlibat Korupsi Bantuan Kapal

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:24 WITA

Bantu Ibu Melahirkan di Kapal Fery, Bidan Muda di Sikka Terima Penghargaan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan

Rabu, 3 Jun 2026 - 16:02 WITA