Berdasarkan penelusuran, kabarnya lahan yang terbakar seluas 51,3 hektar. Sebagian besar didalamnya telah ditanam HMT–lamtoro, rumput gajah, brasilia, dan tanaman lainnya untuk pakan sapi ratusan ekor.
Selain sejumlah pengamat, sebagian besar Anggota DPRD Flores Timur sejak awal juga bereaksi keras. Puncaknya nampak pada momentum pembahasan Perubahan APBD Tahun 2026.
Pemandangan Umum Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), misalnya pada pembahasan Rancangan Perubahan APBD Tahun 2026, akhir September lalu menukik ketersediaan pakan Sentra Peternakan Sapi Flores Timur di Wolo Kolo.
Fraksi PAN melalui Silvianus Lega Ola yang didaulat membaca pemandangan mengingatkan pemerintah bahwa anggaran pakan, khususnya Hijauan Pakan Ternak (HMT), terdiri atas:
a. Bibit Bacharia, dengan anggaran Rp10.000.000,00 untuk 100 kg, ditanam di lahan seluas 19,14 ha.
b. Kingres (rumput gajah), dengan anggaran Rp100.000.000,00,
volume 100.000 anakan Kinggrass, ditanam di lahan seluas 9,60 ha.
c. Lamtoro Teramba, dengan anggaran Rp100.000.000,00, volume 20.000 anakan, ditanam di lahan seluas 10,26 ha.
d. Pagar hidup Reo, dengan anggaran Rp37.513.000,00, volume 37.513 batang.
e. Rumput Benggala, dengan anggaran Rp100.000.000,00, volume 200.000 stek, ditanam di lahan seluas 9,60 ha.
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Anton Harus










