“Kalau jembatan beton hanya bisa menampung beban terbatas sehingga selain sepeda motor,mobil ukuran kecil dengan beban maksimal 5 ton saja yang bisa melintas,” tuturnya.
Denny mengharapkan jembatan gantung di Desa Watuomok dan jembatan Beton di Desa Ri’it tersebut bisa diresmikan dalam waktu dekat sebelum pertengahan bulan Oktober 2026.
Sebenarnya pembangunan kedua jembatan ini sudah rampung namun terhambat akibat terjadinya Gempa Flores yang membuat aparat TNI dari Kodim Sikka yang bertugas mengerjakannya harus diperbantukan untuk penanggulangan bencana gempa.
“Sebenarnya dua jembatan ini sudah selesai dikerjakan namun karena bencana gempa Flores maka pengerjaannya tertunda. Ketiga jembatan yang ada di Sikka ini dikerjakan secara gotong royong antara TNI AD dan masyarakat sekitar,” terangnya.
Denny mengapresiasi warga di ketiga desa ini yang bahu membahu bersama aparat TNI mengerjakan jembatan ini agar bisa selesai dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.
Ia mengakui pihak TNI hanya memiliki dana terbatas untuk pembangunan jembatan ini sehingga pengerjaannya dilakukan secara gotong royong dan warga pun tidak mendapatkan upah kerja.
Denny mengatakan apabila ada wilayah lainnya di Kabupaten Sikka yang masyarakatnya membutuhkan pembangunan jembatan dalam skala kecil seperti kedua jembatan ini maka pihaknya bersedia membantu pembangunannya.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










