Namun, waktu yang tersedia untuk melakukan pembagian sangat terbatas. Pada 26 hingga 30 September, masyarakat desa juga sedang disibukkan dengan berbagai kegiatan adat, sambut baru, serta sejumlah peristiwa kedukaan.
Pembagian akhirnya direncanakan pada Kamis, 1 Oktober 2026. Warga bahkan telah berkumpul sejak pagi di kantor desa untuk menerima bantuan.
Namun, pembagian tidak dapat dilakukan karena pihak Bulog menyampaikan bahwa aplikasi pendataan penerima bantuan telah ditutup per 30 September 2026.
Kepala Desa Roga, Petrus Kanisius Leta, menyampaikan kekecewaannya karena masyarakat telah datang dan menunggu bantuan tersebut.
“Masyarakat sudah tunggu dari pagi, berkumpul di sini dengan harapan membawa pulang beras untuk kebutuhan rumah tangga. Namun apa daya, beras sudah ada di sini, tapi tidak boleh dibagikan. Pihak Bulog menyatakan waktu pembagian terlambat dan aplikasi sudah ditutup per tanggal 30 September,” ungkap Kanis.
Kondisi Bencana Harus Menjadi Pertimbangan
Angelius mengatakan, kondisi masyarakat di wilayah terdampak gempa Flores tidak bisa sepenuhnya disamakan dengan kondisi wilayah normal.
Gempa bumi yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 menyebabkan berbagai aktivitas pemerintahan dan masyarakat terganggu. Di sejumlah wilayah, akses menuju desa juga mengalami kendala sehingga proses pendataan maupun distribusi bantuan membutuhkan waktu lebih panjang.
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










