Terhubungnya jaringan LRT dengan simpul-simpul moda utama, seperti Kereta Cepat Whoosh di Halim, Stasiun Integrasi Manggarai, dan kawasan JIS akan mewujudkan perpindahan moda yang mulus (seamless intermodality) bagi masyarakat di kawasan aglomerasi Jabodetabek.
Selain itu, sebagai lembaga investasi, Danantara membawa perspektif bisnis dan pengelolaan komersial yang sehat.
Pendekatan ini mendorong optimalisasi kawasan di sekitar stasiun ( Transit-Oriented Development /TOD) serta pemanfaatan hak penamaan (naming rights). Dengan demikian, pendapatan non-tiket ( non-farebox ) LRT dapat dimaksimalkan untuk menopang biaya operasional secara mandiri dan berkelanjutan.
Pemerataan akses transportasi
Keberhasilan Jakarta dalam membangun sistem transportasi publik yang terintegrasi seharusnya menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain.
Kendati kapasitas fiskal daerah tidak sebesar Jakarta, peluang untuk membenahi angkutan umum tetap terbuka lebar selama ada political will atau kemauan politik yang kuat dari kepala daerah.
Dari 552 pemda se Indonesia, baru 46 pemda (8%) yang sudah memiliki transportasi umum modern.
Selama ini, pemenuhan transportasi umum sebagai layanan dasar masyarakat sering kali belum menjadi prioritas utama para pimpinan daerah. Padahal, hadirnya angkutan umum yang memadai membawa dampak transformatif bagi kemajuan wilayah di berbagai sektor.
Akselerasi Ekonomi Daerah
Dari kacamata ekonomi, keberadaan angkutan umum mampu menekan biaya logistik dan ongkos mobilitas harian warga secara signifikan.
Efisiensi ini secara langsung meningkatkan disposable income dan daya beli rumah tangga.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya










