Inovasi Pembiayaan dan Keadilan Mobilitas Transportasi Publik - FloresPos Net - Page 2

Inovasi Pembiayaan dan Keadilan Mobilitas Transportasi Publik

- Jurnalis

Rabu, 23 September 2026 - 17:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terhubungnya jaringan LRT dengan simpul-simpul moda utama, seperti Kereta Cepat Whoosh di Halim, Stasiun Integrasi Manggarai, dan kawasan JIS akan mewujudkan perpindahan moda yang mulus (seamless intermodality) bagi masyarakat di kawasan aglomerasi Jabodetabek.

Selain itu, sebagai lembaga investasi, Danantara membawa perspektif bisnis dan pengelolaan komersial yang sehat.

Pendekatan ini mendorong optimalisasi kawasan di sekitar stasiun ( Transit-Oriented Development /TOD) serta pemanfaatan hak penamaan (naming rights). Dengan demikian, pendapatan non-tiket ( non-farebox ) LRT dapat dimaksimalkan untuk menopang biaya operasional secara mandiri dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Cara Pemilihan Paus – Konklaf (7 Mei 2025 – Padre Marco SVD, Vatikan)

Pemerataan akses transportasi
Keberhasilan Jakarta dalam membangun sistem transportasi publik yang terintegrasi seharusnya menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain.

Kendati kapasitas fiskal daerah tidak sebesar Jakarta, peluang untuk membenahi angkutan umum tetap terbuka lebar selama ada political will atau kemauan politik yang kuat dari kepala daerah.

Dari 552 pemda se Indonesia, baru 46 pemda (8%) yang sudah memiliki transportasi umum modern.

Baca Juga :  Ketika Solidaritas Sosial Meretak di Jalanan

Selama ini, pemenuhan transportasi umum sebagai layanan dasar masyarakat sering kali belum menjadi prioritas utama para pimpinan daerah. Padahal, hadirnya angkutan umum yang memadai membawa dampak transformatif bagi kemajuan wilayah di berbagai sektor.

Akselerasi Ekonomi Daerah

Dari kacamata ekonomi, keberadaan angkutan umum mampu menekan biaya logistik dan ongkos mobilitas harian warga secara signifikan.
Efisiensi ini secara langsung meningkatkan disposable income dan daya beli rumah tangga.

Berita Terkait

Merayakan Iman, Bukan Mengorbankan Masa Depan Anak (catatan atas perayaan Sambut Baru)
Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan: Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi
Dari Panggung Sandiwara dan Hegemoni Kekuasaan Menuju Aksi Berkeadilan Nyata
Pengakuan Masyarakat Adat dan Hutan Adat di NTT: Jangan Berhenti pada Pengakuan
Elegi Sang Perantau (Ratapan Sunyi atas Martabat Manusia yang Terbungkam di Tanjakan Gunung Boy)
Kepemimpinan dalam Formasi Imamat: Membentuk Diri melalui Tanggung Jawab atas Yang Lain
Guru sebagai Agen Pemulihan: Membangun Komunitas Sekolah Tangguh Risiko Bencana Pasca Gempa Flores
‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 20:44 WITA

Merayakan Iman, Bukan Mengorbankan Masa Depan Anak (catatan atas perayaan Sambut Baru)

Jumat, 18 September 2026 - 17:01 WITA

Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan: Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi

Kamis, 17 September 2026 - 19:19 WITA

Dari Panggung Sandiwara dan Hegemoni Kekuasaan Menuju Aksi Berkeadilan Nyata

Kamis, 17 September 2026 - 13:14 WITA

Pengakuan Masyarakat Adat dan Hutan Adat di NTT: Jangan Berhenti pada Pengakuan

Kamis, 17 September 2026 - 11:28 WITA

Elegi Sang Perantau (Ratapan Sunyi atas Martabat Manusia yang Terbungkam di Tanjakan Gunung Boy)

Berita Terbaru

Deputi V BNPB dan Wabup gada,Bernadinus Dhey gebu.

Nusa Bunga

BNPB Minta Pemda Ngada Segera Tuntaskan Pembangunan Huntara

Rabu, 23 Sep 2026 - 21:36 WITA