Kunci utama keberhasilan konektivitas ini terletak pada integrasi antarmoda yang solid, seperti keterhubungan yang mulus antara pelabuhan laut dengan jalur kereta api logistik maupun akses jalan raya.
Namun, pembangunan fisik semata tentu tidak cukup; ia harus selalu diimbangi dengan penegakan regulasi keselamatan yang ketat, pengawasan tonase kendaraan di jalan raya, serta kepastian jadwal layanan bagi pengguna.
Penutup
Pada akhirnya, keberanian Jakarta memanfaatkan inovasi pembiayaan, seperti Danantara harus menjadi pemantik semangat bagi daerah-daerah lain untuk membenahi sistem transportasinya.
Transformasi transportasi sejati tidak boleh berhenti di kota-kota besar semata, melainkan harus menjangkau hingga wilayah perintis menjadikan konektivitas antarmoda sebagai pilar utama efisiensi ekonomi dan wujud nyata keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.*
Penulis adalah Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegjapranata dan Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI)










