Catatan Kemanusiaan Pascagempa Flores 2026: Tenda Pengungsian Bukan Tempat Aman bagi Perempuan dan Anak - FloresPos Net - Page 3

Catatan Kemanusiaan Pascagempa Flores 2026: Tenda Pengungsian Bukan Tempat Aman bagi Perempuan dan Anak

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 08:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kajian UN Women dan UNFPA tentang Kekerasan Berbasis Gender dalam situasi darurat menunjukkan bahwa perempuan dan anak perempuan merupakan kelompok yang sangat rentan karena adanya ketimpangan relasi kuasa yang semakin kuat dalam kondisi krisis.

Perempuan yang kehilangan rumah, pekerjaan, dan akses ekonomi dapat berada dalam posisi yang lebih bergantung kepada orang lain untuk memenuhi kebutuhan dasar. Ketergantungan ini berpotensi menciptakan ruang penyalahgunaan kekuasaan. Hal yang sama berlaku bagi anak-anak.

Baca Juga :  Dari Rumah Iman ke Jalan Publik: Misi Spiritual Hari Anak Nasional

Dalam kondisi pengungsian, anak-anak menghadapi risiko terpisah dari keluarga, kehilangan pengawasan orang tua, mengalami trauma, maupun menjadi sasaran eksploitasi.

Karena itu, perlindungan anak dalam situasi bencana tidak cukup hanya memastikan mereka mendapatkan makanan, pakaian dan tempat tinggal, tetapi juga memastikan mereka berada dalam lingkungan yang aman dari kekerasan.

Dalam perspektif Kekerasan Berbasis Gender (Gender-Based Violence/GBV), kekerasan terhadap perempuan tidak dapat dipahami hanya sebagai tindakan individual seorang pelaku.

Baca Juga :  Privasi di Ujung Jari: Siapa Mengendalikan Data Kita?

Kekerasan juga berkaitan dengan struktur sosial yang memungkinkan adanya ketimpangan relasi kuasa. Situasi bencana dapat memperbesar ketimpangan tersebut. Ketika seseorang kehilangan tempat tinggal, sumber ekonomi, akses informasi, dan jaringan perlindungan sosial, posisi tawarnya menjadi lebih lemah.

Karena itu, kasus kekerasan seksual di pengungsian tidak boleh dipandang sebagai persoalan yang terpisah dari konteks bencana. Itu merupakan bagian dari tantangan perlindungan manusia dalam situasi darurat.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri
Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)
Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Berita ini 202 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:42 WITA

Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:33 WITA

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WITA

Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Tanah yang Menolak Dibungkam

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:05 WITA