Pada tahap kedua, data sementara mencatat 4.937 rumah, terdiri dari 719 rumah rusak berat, 1.122 rusak sedang dan 3.096 rusak ringan. Data tahap kedua tersebut masih dalam proses pemadanan berdasarkan NIK dan Kartu Keluarga.
Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas publik dimana total ada 301 unit fasilitas umum yang terdampak meliputi 91 fasilitas kesehatan, 79 rumah ibadah, 75 bangunan pemerintah, 38 fasilitas pendidikan, 10 prasarana dan 8 ruas atau fasilitas jalan.
Hingga saat ini masih tercatat 972 kepala keluarga atau sebanyak 3.645 jiwa mengungsi yang tersebar di Pulau Palue, Kecamatan Palue sebanyak 892 KK atau 3.340 jiwa, Kecamatan Kangae sebanyak 60 KK atau 236 jiwa serta Nita sebanyak 20 KK atau 69 jiwa.
Selain penanganan pengungsi, pemerintah dan berbagai unsur terkait juga terus menyalurkan bantuan logistik. Berdasarkan pembaruan 2 September 2026, distribusi logistik telah menjangkau 21 kecamatan dengan 96 jenis item bantuan.
Sejumlah bantuan yang paling banyak didistribusikan antara lain air mineral gelas sebanyak 299.431 buah, mi instan 106.585 buah, telur 49.534 butir, beras 36.855 kilogram.
Selain itu terdapat Pop Mie 34.675 buah, biskuit 21.481 buah, air mineral 600 mililiter 18.336 buah, pembalut 16.950 buah, roti 9.868 buah serta popok bayi sebanyak 5.934 buah.
Posko Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka terus melakukan pendataan, verifikasi kerusakan, penanganan korban serta pendistribusian bantuan bagi masyarakat terdampak.
Masyarakat yang membutuhkan informasi maupun layanan terkait penanganan darurat dapat menghubungi Call Center Pos Komando di nomor +62 852-3938-4173. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2










