Kedua jenis kopi ini, berhasil memenangkan Kontes Kopi Specialty Indonesia (KKSI) di Banyuwangi tahun 2015. Kopi Arabika dan Robusta asal Manggarai Timur mengalahkan kontestan kopi specialty lain dari seluruh daerah.

Kedua jenis kopi ini, memiliki keunggulan citarasa yang unik dan kuat, serta aroma yang menggugah selera, sehingga berhasil meruntuhkan hati para juri yang merupakan ahli kopi dari dalam dan luar negeri.
Kontes tersebut diikuti 137 jenis kopi dari seluruh daerah di Indonesia, terdiri dari 76 jenis Arabika dan 61 jenis Robusta. Kontes tahunan ini diselenggarakan oleh Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia, serta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember.
Tradisi Minum Kopi di Manggarai
Tradisi minum kopi sudah ada sejak dulu. Boleh jadi sejak kopi itu ada dan dikembangkan di Manggarai.
Kopi memiliki nilai sosial dan budaya yang sangat tinggi di Manggarai. Interaksi sosial orang Manggarai tidak pernah lepas dari tradisi minum kopi. Bila anda berkunjung ke Manggarai, setiap rumah yang dikunjungi pasti menyajikan kopi.
Kopi sudah dianggap sebagai minuman selamat datang “welcome drink” bagi tamu di rumah orang Manggarai. Membuka obrolan sambil menikmati kopi, mengisi setiap ruang interaksi sosial di sana. Bertamu tanpa minum kopi terasa hambar. Kopi sudah menjadi bagian dari keramahan budaya orang Manggarai.
Dibalik tradisi itu, juga berkembang tradisi ‘toto kopi’. Tradisi ‘toto kopi’ dimaksud yaitu menerawang atau meramal menggunakan ampas kopi. Gelas atau cangkir yang dipakai saat minum kopi, biasanya menyisakan ampas, sehabis kopi diminum.
Dukungan Pemerintah Manggarai Timur
Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur beberapa tahun terakhir sering melaksanakan berbagai kegiatan salah satunya Festival.
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










