Pada tahun 1800-an, tanaman kopi dikembangkan di Kepulauan Hawai, Brazil dan daerah lain di dunia.
Kopi Terbaik Ada di Manggarai Timur
Meski di seluruh dunia memiliki puluhan varietas tanaman kopi, namun hanya ada dua varietas yang dikenal luas, yaitu kopi Arabika dan kopi Robusta.

Kedua varietas kopi ini menguasai lebih dari 80 persen pasar produk kopi dunia. Demikian halnya di Manggarai Timur. Kondisi topografi, iklim, dan curah hujan di Manggarai Timur sangat mendukung untuk pengembangan dua varietas ini.
Kopi Arabika misalnya, biasanya tumbuh di daerah dataran tinggi 1.100-1.300 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan yang cukup baik.
Hal ini memungkinkan daerah penyebaran kopi Arabika dapat dengan mudah dijumpai di daerah sekitar kawasan hutan dan pegunungan di Manggarai Timur seperti di wilayah Kecamatan Poco Ranaka dan sekitarnya. Sementara kopi Robusta bisa hidup di daerah yang lebih rendah dibanding kopi Arabika.
Luas lahan atau kebun kopi di
Manggarai Timur sendiri mencapai 16.997 hektar. Dengan komposisi kopi Arabika seluas 3.790 hektar dan kopi Robusta seluas 13.167 hektar. Setiap hektar kebun menghasilkan 500 kilogram kopi Robusta dan 450 kilogram kopi Arabika.
Untuk daerah Lembah Colol meliputi Desa Rende Rao, Desa Ulu Wae, Desa Ngkiong Ndora, Desa Colol dan Desa Wejang Mali. Berbagai jenis kopi ditanam petani Lembah Colol jenis kopi Arabika, Robusta, Juria, Yellow catura, red catura, dan beberapa jenis kopi lainnya.
Kabupaten Manggarai Timur boleh berbangga karena kopi Arabika dan Robusta darinya pernah dinobatkan sebagai kopi terbaik Indonesia tahun 2015.
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










