Pemkab Sikka Pastikan Tidak Ada Penumpukan Bantuan di Posko BPBD - FloresPos Net

Pemkab Sikka Pastikan Tidak Ada Penumpukan Bantuan di Posko BPBD

- Jurnalis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten Sikka terus melakukan pendistribusian bantuan logistik bagi masyarakat terdampak gempa bumi tektonik yang melanda wilayah Kabupaten Sikka.

Hingga Selasa, 18 Agustus 2026, proses distribusi logistik masih berlangsung dari Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik yang berlokasi di Jalan Mawar, Perumnas Maumere.

Ketua Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi umi Tektonik ektonik, Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes da Maga Bapa menjelaskan, pendistribusian bantuan telah dilakukan sejak Minggu, 16 Agustus 2026.

“Pendistribusian logistik sudah dilakukan sejak Minggu, 16 Agustus 2026. Untuk wilayah Kecamatan Palue, bantuan dibawa langsung oleh Bupati Sikka bersama anggota Forkopimda Kabupaten Sikka dan Tim PLN Flores Bagian Timur,” ujar Femmy sapaannya, Selasa (18/8/2026).

Menurut Femny, distribusi bantuan ke Palue terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa dapat terpenuhi.

Selain Palue, pendistribusian bantuan juga dilakukan secara serentak di 20 kecamatan lainnya di Kabupaten Sikka.

Distribusi tersebut dipimpin langsung oleh para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai wilayah dan tugas masing-masing.

“Distribusi secara serentak di 20 kecamatan lainnya dipimpin langsung oleh para pimpinan OPD. Prosesnya berlangsung hingga sekitar pukul 03.00 WITA tadi pagi dan sampai saat ini masih terus berlanjut,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Edi: Manggarai Barat Banyak Pencapaian dan PR

Berbagai Kebutuhan Dasar Didistribusikan

Bantuan logistik yang telah didistribusikan ke berbagai wilayah Kabupaten Sikka mencakup kebutuhan pangan, kebutuhan keluarga, perlengkapan pengungsian, hingga kebutuhan kesehatan dan sanitasi.

Sejumlah bantuan yang telah disalurkan antara lain Air mineral, Beras, Minyak goreng, Mi instan, Susu, Gula, Teh dan kopi, Telur, Roti, Biskuit/wafer, Makanan bayi, Bahan makanan mentah, Paket sembako, Nasi kotak, Pembalut, Popok bayi, Minyak angin, Sabun, Tikar, Selimut, Terpal, Obat-obatan dan bahan kebutuhan lainnya.

Selain kebutuhan konsumsi, pemerintah juga mendistribusikan berbagai perlengkapan pendukung bagi masyarakat yang berada di lokasi pengungsian seperti di Kecamatan Palue yang meliputi 5 unit tenda pengungsi ukuran 6 x 12 meter, 146 tenda keluarga ukuran 4 x 4 meter berwarna oranye dan terpal tenda, 200 kasur lipat, 400 tikar, 400 selimut, 300 paket sembako, 100 kids ware, 10 unit genset, 100 hygiene kit, 5 water tank, 3 baterai light power, serta 2 charger light power.

Selain penanganan dampak gempa, Pemkab Sikka juga terus memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah yang terdampak bencana lainnya.

Baca Juga :  Mengaku Tidak Bermasalah Dengan Perusahaan, Sembilan Pekerja di Eltras Menolak Bertemu Gubernur Jawa Barat

Hingga Senin, 17 Agustus 2026, pemerintah telah melakukan pendropingan bantuan air minum ke wilayah Desa Kringa, menyusul kondisi sumber air masyarakat yang tercemar akibat aktivitas erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki.

Distribusi air minum tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih dan layak untuk kebutuhan sehari-hari.

Femmy memastikan tidak ada penumpukan logistik sehingga bantuan yang masuk terus diproses dan didistribusikan kepada masyarakat sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.

“Kami pastikan tidak ada penumpukan logistik di Posko BPBD Kabupaten Sikka. Setiap bantuan yang masuk terus diproses untuk didistribusikan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Sikka, lanjutnya, terus melakukan koordinasi antara Posko Komando Tanggap Darurat, BPBD, OPD, TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, serta unsur terkait lainnya agar pendistribusian bantuan dapat berlangsung cepat, tepat sasaran dan merata.

“Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa bumi, khususnya warga yang masih berada di lokasi pengungsian, dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat,” pungkasnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Sobat Sehat Lakukan Pendampingan Psikososial Korban Gempa Nagekeo
Ketua DPRD Sikka Serahkan Koleksi Buku Penulis Lokal buat Perpustakaan Daerah Frans Seda
Pemda Sikka Akan Membayar Tunggakan Pajak Kendaraan Dinas, Kesadaran Masyarakat Bayar Pajak Juga Meningkat
Pemerintah Berikan Keringanan Pajak Kendaraan Pasca Gempa Flores, Warga Diminta Manfaatkan Kesempatan Ini
Kementerian Pariwisata Perkuat Pendataan dan Pembinaan Perizinan Usaha Pariwisata di NTT
Senator AWK Minta Bapanas Perpanjang Penyaluran Beras ke Flores untuk Warga Terdampak Bencana
Bincang Kepariwisataan, Kemenpar dan BPOLBF Serap Aspirasi Pelaku Wisata Live on Board di Labuan Bajo
Peduli Gempa Flores, SR12 dan PT PAF Salurkan CSR Bagi Warga Terdampak
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:42 WITA

Sobat Sehat Lakukan Pendampingan Psikososial Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:55 WITA

Ketua DPRD Sikka Serahkan Koleksi Buku Penulis Lokal buat Perpustakaan Daerah Frans Seda

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:54 WITA

Pemda Sikka Akan Membayar Tunggakan Pajak Kendaraan Dinas, Kesadaran Masyarakat Bayar Pajak Juga Meningkat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:39 WITA

Pemerintah Berikan Keringanan Pajak Kendaraan Pasca Gempa Flores, Warga Diminta Manfaatkan Kesempatan Ini

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:36 WITA

Kementerian Pariwisata Perkuat Pendataan dan Pembinaan Perizinan Usaha Pariwisata di NTT

Berita Terbaru