Terima Masa Aksi, Bupati Ende Terlibat Debat Panas dengan Mahasiswa - FloresPos Net

Terima Masa Aksi, Bupati Ende Terlibat Debat Panas dengan Mahasiswa

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Masa aksi dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Ende melakukan aksi demo terkait kebijakan Bupati Ende yang melakukan pembongkaran rumah rakyat di jalan Irian Jaya, Kelurahan Potulando.

Aksi demo itu berlangsung di Kantor Bupati Ende, Jumat (8/5/2026) siang.

Dalam aksi tersebut masa aksi meminta untuk bertemu langsung dengan bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda.

Setelah melakukan negosiasi dengan aparat keamanan yang berjaga dan komunikasi dengan pihak protokol pemerintah, masa aksi kemudian diizinkan bertemu dengan bupati Ende.

Saat masuk ke ruangan bertemu bupati di lantai dua Kantor Bupati Ende masa aksi dari GMNI dan LMND dikawal ketat oleh aparat keamanan.

Dalam pertemuan tersebut Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda dan perwakilan mahasiswa terlibat debat panas.

Debat panas itu terjadi setelah ketua termandat GMNI Ende membacakan pernyataan sikap terkait aksi tersebut.

Baca Juga :  Gonzalo Pimpin KONI Nagekeo, Target Cetak Atlet Level Nasional, Bukan Lagi Jago Kandang

Setelah mendengarkan pernyataan sikap masa aksi, Bupati Ende meminta agar menyerahkan pernyataan sikap dari mahasiswa.

Namun perwakilan masa aksi menolak memberikan pernyataan tersebut dan meminta Bupati Ende untuk menanggapinya baru diserahkan.

“Bupati respon dulu baru diserahkan”.

Bupati Ende saat itu langsung berdiri dari tempat duduknya meminta untuk diserahkan pernyataan sikap baru memberikan tanggapan.

“Saya terima dulu pernyataan itu. Saya mesti lihat dulu baru respon. Kamu kan minta saya jawab maka yang kamu sampaikan itu saya lihat dulu”.

Saat itu perwakilan masa aksi mengatakan kebijakan dari Bupati Ende atas penggusuran rumah warga di Irian Jaya telah menimbulkan konflik.

Bupati menanyakan konflik apa yang dimaksud dan mana konfliknya. Bupati juga mengatakan pernyataan yang disampaikan oleh mahasiswa adalah teori.

“Yang kamu sampaikan itu teori semua. Kamu bilang ada konflik, mana konfliknya, yang kalian bilang penggusuran itu bukan penggusuran tapi itu penertiban aset,” kata Bupati.

Baca Juga :  Angka 30,2% di Ende: Tangisan Bayi dan Janji Terlupakan

Perwakilan masa aksi juga menanyakan apa dasar dilakukan penertiban. Mahasiswa juga menyinggung soal Pepres nomor 78 tahun 2023.

Bupati menjawab pemerintah melakukan penertiban karena tanah tersebut milik atau asis pemerintah yang ditempati oleh masyarakat secara tidak sah.

“Ini tidak ada kaitan seperti yang disampaikan. Baca baik – baik dulu. Kamu pakai dasar hukum yang salah bagaimana mau tuntut saya. Baca baik Pepres 78 tahun 2023. Kasih saya pernyataan itu dulu karena di sini ada OPD untuk bisa dijawab”.

Usai menyampaikan hal tersebut Bupati meninggalkan ruangan karena akan berangkat ke Kupang. “Saya sudah tidak ada waktu lagi dan mau jalan,” katanya.

Bupati Yosef Badeoda terlebih dahulu meninggalkan ruangan pertemuan kemudian massa aksi dan para pejabat serta staf yang mengikuti dialog.

Meski suasana dialog yang sebelumnya sempat tegang karena debat panas namun tetap berlangsung aman.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Paroki Reo Terus Distribusi Bantuan Gempa Flores, Prioritaskan ke Wilayah Terpencil
Warga Aeramo Tetap Berkebun dan Produksi Garam di Tengah Waspada Gempa Susulan
Pemkab Manggarai Timur Ungkap Fakta Penanganan Bantuan di Lamba Leda Utara
5 Perusahaan Kalimantan Gelar Pengobatan Gratis 5 Hari untuk Korban Gempa Nagekeo
Songsong 40 Tahun Yayasan Bina Daya St. Vinsensius (Yasbida), Komunitas Panti Dymphna Gelar Berbagai Kegiatan
Dirjen Dukcapil RI Gandeng Dukcapil Nagekeo, Layani Penggantian Dokumen Kependudukan Gratis untuk Korban Gempa
Julie Laiskodat Dengarkan Keluhan Warga di Tenda Pengungsian dan Salurkan Sembako
IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores Perluas Bantuan Ke Desa Terdampak di Wilayah Pedalaman Ngada NTT
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:19 WITA

Paroki Reo Terus Distribusi Bantuan Gempa Flores, Prioritaskan ke Wilayah Terpencil

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:15 WITA

Warga Aeramo Tetap Berkebun dan Produksi Garam di Tengah Waspada Gempa Susulan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:30 WITA

Pemkab Manggarai Timur Ungkap Fakta Penanganan Bantuan di Lamba Leda Utara

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:01 WITA

5 Perusahaan Kalimantan Gelar Pengobatan Gratis 5 Hari untuk Korban Gempa Nagekeo

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:02 WITA

Songsong 40 Tahun Yayasan Bina Daya St. Vinsensius (Yasbida), Komunitas Panti Dymphna Gelar Berbagai Kegiatan

Berita Terbaru