LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), Benediktus Nurdin, mendorong generasi muda Mabar untuk menjadikan membaca sebagai kebutuhan, berbudaya literasi. Membaca adalah jendela dunia.
Nurdin menyampaikan itu baru-baru ini di Labuan Bajo, terkait peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026.
Menurutnya, Hardiknas menjadi momentum penting bagi semua pihak di kabupaten ujung barat Flores itu untuk merefleksikan kembali sejauh mana pendidikan telah membawa perubahan nyata bagi generasi muda setempat.
Sebagai Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Nurdin menyampaikan tiga hal mendesak yang harus menjadi perhatian bersama. Pertama, semua pihak harus membudayakan kembali kebiasaan membaca buku literasi bagi anak-anak.
“Di era digital ini, minat baca anak-anak kita cenderung menurun. Padahal, membaca adalah jendela dunia,” katanya.
Terkait ini, Nurdin mengajak seluruh sekolah, perpustakaan desa, dan orang tua untuk menyediakan buku-buku menarik serta menciptakan sudut baca yang nyaman. Mari jadikan membaca sebagai kebutuhan, bukan sekadar tugas sekolah, ujarnya.
Kedua, pendidikan hari ini harus fokus pada pembentukan karakter, bukan hanya mengejar nilai akademis. Anak-anak Mabar perlu dibekali integritas, disiplin, rasa hormat, dan cinta terhadap alam serta budaya lokal. Karena masa depan daerah ini tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan otak, tetapi juga oleh kuatnya karakter dan moral.
Ketiga, keberhasilan pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara orang tua, guru, dan lingkungan. Orang tua adalah madrasah pertama bagi anak. Guru adalah pembimbing di sekolah. Sementara lingkungan sosial dan masyarakat harus menjadi ekosistem yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
“Saya mendorong terciptanya komunikasi yang erat antara ketiga pilar ini, termasuk melalui pertemuan rutin dan program berbasis komunitas. Mari kita wujudkan generasi Manggarai Barat yang cerdas, berkarakter, dan berbudaya literasi. Merdeka belajar,” kata Nurdin. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando










