BAJAWA, FLORESPOS.net-Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Panji Wijaksono mengatakan dalam rangka Hari Raya Idulfitri 1447 H, ada 4 orang warga binaan mendapatkan remisi.
“Terdiri dari dua orang mendapat pertama Remisi 15 hari, seorang 1 bulan dan satunya 1 bulan 15 hari. Khusus untuk Warga Binaan yang sudah berstatus Inkrah semuanya mendapat Remisi Hari Raya ini,” katanya kepada Florespos.net, Kamis (26/3/2026).
Panji menjelaskan, diawal bulan Ramadhan, ada 4 orang warga binaan Rutan Bajawa yang beragama Islam. Namun dalam perjalanan sampai akhir bulan Ramadhan meningkat menjadi 11 orang termasuk 1 orang tahanan wanita.
Selama 1 bulan Warga Binaan Rutan Bajawa dan Pegawai Rutan Bajawa melakukan Sholat Taraweh bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ngada untuk menjadi Imam Sholat Taraweh.
“Terakhir dilakukan Sholat Idul Fitri dan dalam pelaksanaan Idul Fitri diberikan remisi kepada 4 orang warga Binaan,” katanya.
Panji menambahkan dalam rangka Hari Raya Idul Fitri dilakukan pula kunjungan oleh keluarga Warga Binaan yang beragama Islam yang dilakukan dua hari pada Hari Sabtu dan Minggu atau pada tanggal 21 dan 22 Maret 2026.
Pelayanan kunjungan saat itu dimulai pukul 09.00 pagi hingga pukul 15.00 sore sehingga Warga Binaan bisa bertatap muka dengan keluarganya pada Hari Raya Idul Fitri tersebut.
Bila Warga Binaan yang berkelakuan baik dan telah Inkrah maka setiap tahun diberikan Remisi. “Remisi diberikan kepada Warga Binaan yang berkelakuan baik juga aktif dalam kegiatan pembinaan,” ungkapnya.
Pembinaan yang dimaksud misalnya rajin dan aktif Sholat bagi yang Muslim dan rajin dan aktif ikut Perayaan Ekaristi atau Doa lainnya bagi yang berkeyakinan Kristiani juga berkelakuan baik.
Panji mengatakan, menyongsong Paskah 2026, warga Binaan Rutan Bajawa sedang melakukan persiapan-persiapan dibantu pihak Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ngada dan Romo Frans Tena Siu mulai dari Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung sampai Perayaan Paskah itu sendiri.
Kalau untuk kegiatan Program Pembinaan disampaikan pula bahwa untuk kegiatan pembinaan tidak hanya untuk kemandirian Warga Binaan saja namun kerohanian wajib diikuti seluruh warga Binaan.
“Ini sangat penting untuk bekal mereka apabila bebas dan bergabung dengan masyarakat nanti,” tambahnya.
Saat ini Warga Binaan di Rutan Kelas II B Bajawa ada 91 orang termasuk 1 orang perempuan. *
Penulis : Wim de Rosari
Editor : Wentho Eliando










