Tahun 2025, Sebanyak 69 Sampel Otak HPR di Sikka Positif Rabies, 3 Kucing dan 2 Babi Tertular - FloresPos Net

Tahun 2025, Sebanyak 69 Sampel Otak HPR di Sikka Positif Rabies, 3 Kucing dan 2 Babi Tertular

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026 - 20:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Kasus positif rabies di Kabupaten Sikka masih terjadi dimana untuk tahun 2025 dari jumlah 505 spesimen otak Hewan Penular Rabies (HPR) yang diperiksa, sebanyak 69 spesimen positif rabies.

Sedangkan sisanya 437 spesimen otak HPR dinyatakan negatif termasuk 3 ekor kucing dan 2 ekor babi pun tertular rabies melalui gigitan, cakaran, atau jilatan pada luka terbuka atau selaput lender.

“Babi yang positif rabies terdapat di Desa Wairkoja, Kecamatan  Kewapante dan Desa Baomekot, Kecamatan Hewokloang,” sebut Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Quartus Jenus Keupung, Rabu (25/2/2026).

Jenus mengatakan, kucing yang positif tertular rabies terdapat di Desa Iligai, Kecamatan Lela, Desa Talibura, Kecamatan Talibura dan Desa Nelle Urung, Kecamatan Nelle.

Babi yang tertular rabies akibat digigit anjing rabies dan setelah 3 minggu babi tersebut pun menunjukan gejala-gejala rabies dan menjadi liar bahkan menggigit pohon tempatnya diikat.

“Kasus rabies terbanyak di tahun 2025 berada di Kecamatan Waigete sebanyak 10 kasus positif diikuti Hewokloang sebanyak 9 kasus. Sedangkan Kecamatan Nita dan Talibura masing-masing 8 kasus positif,” paparnya.

Jenus menambahkan, kasus positif rabies lainnya terdapat di Kecamatan Mego, Kewapante dan Doreng masing-masing 5 kasus disusul Magepanda dan Bola masing-masing 4 kasus.

Selain itu Kecamatan Lela dan Waiblama masing-masing 3 kasus positif rabies, Tanawawo 2 dan Kecamatan Koting dan Nelle masing-masing 1 kasus positif.

Baca Juga :  Festival Jelajah Maumere Usung Tema Lumbung Benih

Semenara untuk tahun 2026 baru terdapat satu kasus positif rabies di bulan Januari yakni di Desa Done, Kecamatan Magepanda yang tahun 2025 pun desa ini terdapat kasus positif rabies.

“Kita sudah membuat satu aturan penutupan desa atau wilayah tertular. Jadi ketika ada kasus spesimen positif, langsung kami koordinasi ke kecamatan untuk melakukan penutupan wilayah selama 3 bulan,” ungkapnya.

Jenus menjelaskan, setelahnya dibuat Tim Reaksi Cepat Rabies di desa tersebut yang mulai bekerja kemudian bersama staf dari Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian melaksanakan kegiatan respon cepat.

Ia memaparkan, selama tahun 2025 penanganan yang berhasil baik terjadi di Desa Watokobu, Kecamatan Kewapante dimana 100 persen berhasil cakupan vaksinasinya.

Stok vaksin di Dinas Pertanian Kabupaten Sika tahun 2025 masih tersisa 10 ribu Vaksin Anti Rabies (VAR) namun tahun 2026 belum mendapatkan informasi berapa vaksin yang dibantu pemerintah pusat.

“Kami sudah diminta data berapa stok vaksin yang tersedia. Tahun 2026 dari APBD 2 dianggarkan pembelian vaksin sebanyak 12.500 VAR,” tuturnya.

Jenus menjelaskan, sejak bulan Januari 2026 hingga akhir Februari 2026, jumlah anjing yang sudah divaksin sekitar 6 ribu ekor tersebar di Kecamatan Waigete, Talibura, Waiblama dan lainnya.

Baca Juga :  Target PAD Flores Timur Tahun 2024 Hanya Rp 49 Miliar, Tersisa Tiga Bulan Baru Realisasi Rp 10 Miliar

Pihaknya pun berencana akan melaksanakan vaksinasi rabies di Kecamatan Palue, Pulau Palue setelah kondisi perairan memungkinkan untuk dilakukan penyeberangan ke pulau tersebut.

“Kami memang sudah ada koordinasi dengan Dinas Kesehatan sehingga warga yang terkena gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) harus membawa rekomendasi dari kami agar bisa divaksin di Puskesmas atau rumah sakit,” ungkapnya.

Staf Bidang Kesehatan Hewan, Drh. Elvrida Carvalo mengakui respon masyarakat dalam pemberantasan rabies masih rendah dimana warga masih membiarkan anjing berkeliaran dan menolak agar anjingnya dilakukan vaksin.

Elvrida membenarkan populasi anjing di Kabupaten Sikka diperkirakan mencapai 30 ribu ekor dan mengalami penurunan dari tahun 2025 sebanyak 40.788 eko namun perkembangbiakan anjing sangat cepat.

“Kasus gigitan dari HPR hampir setiap hari ada. Harusnya dengan keterbatasan vaksin,respon masyarakat harus lebih positif agar kasus rabies di wilayahnya tidak terjadi,” harapnya.

Elvrida memaparkan, untuk tahun 2026 pihaknya telah melakukan vaksin terhadap HPR di Kecamatan Waigete yakni Desa Hoder sebanyak 400 ekor, Wairterang 224 ekor dan Desa Nangatobong sebanyak 253 ekor.

Ia mengharapkan agar kesadaran masyarakat semakin meningkat mengingat kasus gigitan HPR di Kabupaten Sikka masih tergolong tinggi dimana bulan Januari 2026 terdapat 115 kasus gigitan dan bulan Februari 67 kasus gigitan. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Listrik, Jalan, dan Sinyal: Harapan dari Ujung Desa Tenda-Ondo
Partai Golkar Gandeng Bank NTT Sosialisasi Penyaluran KUR Bagi Pelaku UMKM
Kedubes Inggris Kunjungi Pos SAR Manggarai Barat
SD Inpres Gere Menjuarai Lomba Bertutur Tingkat SD di Kabupaten Sikka
Petugas Parkir dan Supir Berikan Penjelasan Terkait Peristiwa di Bandara Ende
Febrianus Laporkan Para Pelaku ke Polisi Usai Dikeroyok di Ruang KP3 Bandara Ende, Ini Kronologisnya
Upacara HUT Kemerdekaan RI ke -81 di Ende Dipusatkan di Stadion Marilonga
Bupati Sikka Buka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI, Dorong Penguatan Literasi dan Sains Sejak Usia Sekolah
Berita ini 104 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:03 WITA

Listrik, Jalan, dan Sinyal: Harapan dari Ujung Desa Tenda-Ondo

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:24 WITA

Partai Golkar Gandeng Bank NTT Sosialisasi Penyaluran KUR Bagi Pelaku UMKM

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:50 WITA

Kedubes Inggris Kunjungi Pos SAR Manggarai Barat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:46 WITA

SD Inpres Gere Menjuarai Lomba Bertutur Tingkat SD di Kabupaten Sikka

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:26 WITA

Petugas Parkir dan Supir Berikan Penjelasan Terkait Peristiwa di Bandara Ende

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Kedubes Inggris Kunjungi Pos SAR Manggarai Barat

Kamis, 13 Agu 2026 - 14:50 WITA