BORONG, FLORESPOS.net-Petani Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa menggunakan mesin pompa untuk menyedot air sumur agar bisa mengairi sawah.
Petani Pota, Julfin Ahmad kepada Florespos.net, Senin (23/2/2026) mengatakan, mengatasi kekurangan air yang mengalir ke sawah para petani terpaksa menyedot air dari sumur, kalau tidak petani terancam gagal tanam.
Dia mengatakan, sebagian petani baru mulai menyiram bibit. Saat ini seharusnya padi sudah berumur 1,5 bulan dan masa panen biasanya bulan April.
Lebih lanjut Julfin mengatakan terlambat masa tanam akan berdampak pada penurunan produksi padi. Taman padi membutuhkan banyak air di masa awal. Tahun ini mereka mengeluarkan dana banyak untuk membeli bahan bakar untuk mesin pompa.
Saat ini, untuk selokan irigasinya dari arah Biting Nanga Mbaling ke Pota sudah aktif sementara yang di Pota bagian Bonto Tengah masih dalam tahap pengerjaan.
Mereka berharap pihak kontraktor secepatnya menyelesaikan pekerjaan saluran supaya air bisa mengalir ke petak sawah.
Untuk diketahui Saluran Irigasi Wae Timu Sengit dan Wae Tiwu Sengit dan Wae PT Adi Karya dan subkontraktor CV Delta Flores. Kontrak kerja berakhir pada 28 Desember 2025. *
Penulis : Albert Harianto
Editor : Anton Harus










