Gubernur Jawa Barat Pulangkan 12 Pekerja Eltras di Truk F, Proses Hukum Tetap Berlanjut - FloresPos Net

Gubernur Jawa Barat Pulangkan 12 Pekerja Eltras di Truk F, Proses Hukum Tetap Berlanjut

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 13:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambangi kantor Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRuK F) terkait pemulangan 12 pekerja di Eltras bar dan karaoke di Maumere.

Para pekerja ini diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang mana perkara tersebut sedang dalam penanganan Polres Sikka.

Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini tiba di Kantor Truk F Senin (23/2/2026) sekitar pukul 08.10 Wita bersama rombongan didampingi beberapa pejabat Pemda Sikka.

“Kehadiran saya di Maumere dalam rangka memastikan 13 korban dalam keadaan sehat,selamat dan dalam keadaan baik sehingga mereka bisa kembali ke Jawa Barat,” sebut Dedi Mulyadi saat ditanyai wartawan, Senin (23/2/2026).

Dedi menegaskan, meskipun para pekerja ini pulang tetapi proses hukumnya tetap berlanjut dan memiliki kesiapan untuk terus mengikuti proses penanganan perkara ini mulai penyelidikan, penyidikan penetapan tersangka.

Termasuk kata dia, kemudian mereka para pekerja ini melengkapi berkas di kejaksaan kalau diperlukan dan menjadi saksi di pengadilan.

“Saya memastikan seluruh proses itu pemerintah Provinsi Jawa Barat bersedia memberikan pendampingan sampai masalah selesai,” ungkapnya.

Dedi menyebutkan, para pekerja ini akan pulang terlebih dahulu dan mereka akan kembali berdasarkan kebutuhan penanganan perkara.

Baca Juga :  Fraksi Partai Golkar MPR RI Gelar Sarasehan Nasional Obligasi Daerah, Seperti Apa Pelaksanaannya

Saat ditanyai berapa orang yang dikembalikan dirinya menjawab 13 orang tapi disampaikan wartawan yang tersisa 12 orang membuat beliau bertanya lagi ke TRuk F dan mengatakan 12 orang, satu pesawat cukup untuk mengangkut mereka.

Saat disampaikan di Maumere ini kan banyak warga Jawa Barat yang bekerja di pub bukan di Eltras saja dia katakan kalau orang bekerja tidak bermasalah tidak ada masalah.

“Dia bekerja dimanapun, yang kami tangani orang bekerja dan mengalami masalah,” ucapnya.

Saat ditanyai sejauh ini masalahnya apa yang gubernur ketahui Dedi katakan masalahnya yang tahu nanti penyidik yang sampaikan.

Lanjutnya, tetapi yang paling utama kalau keluhan mereka menyampaikan pertama dari sisi ketenagakerjaan tidak memiliki kepastian terkait besaran upah yang diterima dan kedua mereka mendapat perlakuan kekerasan saat bekerja.

Saat ditanyai soal cash bon dia katakan nanti kita lihat dahulu hutangnya diakibatkan oleh apa.
Ia sebutkan, sebelum mereka membayar hutangnya apa sich kewajiban perusahaan terhadap mereka sudah dipenuhi atau tidak.

“Kalau persoalan permasalahan hutang yang ditimbulkan saya akan bayar tidak ada masalah,” ujarnya.

Saat dikatakan ada 11 pekerja lagi yang masih berada di Eltras Dedi sebutkan tergantung mereka bersedia tidak untuk kembali, mereka mengalami masalah apa tidak.

Baca Juga :  Belasan Ribu PMI Asal Ende Bekerja sebagai Buruh Kasar, 12 Orang Meninggal di Tahun 2023 

Ia mengaku mendengar ada 2 orang yang berada di Eltras bar dan karaoke sedang dalam keadaan hamil dan nanti dirinya akan identifikasi dan berkoordinasi dengan tim PPA Polda NTT dan Polres Sikka.

Apakah tidak sekalian membesuk mereka, dia katakan tergantung merekanya apakah mereka menginginkan tidak. Saat dikatakan kebetulan gubernurnya ada disini ia mengatakan nanti kita akan melihatnya.

“Kalau melihat pernyataan dari teman temanya tadi pernyataannya bahwa yang 11 orang itu sangat betah. Kan kita tidak boleh memaksa orang,” tuturnya.

Saat disebutkan, sekedar silahturahmi kan boleh kan mereka juga warga Pak Gubernur juga, Dedi sebutkan ya nanti kita lihat jangan memaksa.

Terkait harapan kepada aparat hukum, dirinya minta tegakan hukum dimanapun dan ia yakin teman-teman Polres Sikka dan Kejaksaan Negeri maumere mampu menangani ini secara baik.

Lanjutnya, sekarang ini sudah era transparan dimana semua orang bisa melihat proses hukumnya. Terhadap 13 pekerja tersebut dirinya katakan mudah-mudahan mendapat suami yang baik dan mudah-mudahan mendapat pekerjaan yang baik dan nanti mereka semua dipulangkan ke kampung halamannya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Launching Program Implementasi Integrasi Layanan Primer di Desa Sejahtera Astra untuk Desa Tebuk dan Bloro di Sikka
Kadis Nakertrans Sikka Lepas Dua Calon PMI Rekrutan PT.Esdema Mandiri Tekankan Pentingnya Jalur Prosedural
Harga Beras di Manggarai Barat Stabil, Harga Kacang-Kacangan Naik
Sepekan Operasi Patuh Turangga, Lantas Polres Ende Jaring Puluhan Pengendara Tidak Pakai Helm
Kolaborasi Unipa dan Politeknik PNK Dorong Hilirisasi Hortikultura dan Nira Lontar di Desa Wairbleler
Tim DLH Turun ke Lokasi Pabrik Tahu Tempe Lokoboko, Pemilik Sebut Ada Gangguan IPAL dan Human Eror
Pesan untuk 94 Sarjana Stipas St. Sirilus Ruteng–‘Jadilah Guru Pendidikan Agama Katolik dan Penyuluh Pastoral yang Beriman, Adaptif dan Transformatif’
Wisata Flores–Laing Lewe, Pantai Berpasir Putih dan Laut yang Tenang di Manggarai Timur
Berita ini 122 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 20:32 WITA

Launching Program Implementasi Integrasi Layanan Primer di Desa Sejahtera Astra untuk Desa Tebuk dan Bloro di Sikka

Senin, 2 November 2026 - 19:41 WITA

Kadis Nakertrans Sikka Lepas Dua Calon PMI Rekrutan PT.Esdema Mandiri Tekankan Pentingnya Jalur Prosedural

Senin, 2 November 2026 - 19:21 WITA

Harga Beras di Manggarai Barat Stabil, Harga Kacang-Kacangan Naik

Senin, 2 November 2026 - 17:16 WITA

Sepekan Operasi Patuh Turangga, Lantas Polres Ende Jaring Puluhan Pengendara Tidak Pakai Helm

Minggu, 1 November 2026 - 20:02 WITA

Kolaborasi Unipa dan Politeknik PNK Dorong Hilirisasi Hortikultura dan Nira Lontar di Desa Wairbleler

Berita Terbaru