Aspal Cepat Hancur dan Sampah Berserakan–Jalan Pasar Waiwerang Ganggu Aktivitas Warga dan Pedagang - FloresPos Net

Aspal Cepat Hancur dan Sampah Berserakan–Jalan Pasar Waiwerang Ganggu Aktivitas Warga dan Pedagang

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ADONARA, FLORESPOS.net-Kondisi jalan di Pasar Waiwerang di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang telah lama rusak terus berdampak pada aktivitas warga, terutama pedagang dan pengguna jalan.

Salah satu pedagang Pasar Waiwerang, Hastuti Hata, mengatakan kerusakan jalan disebabkan pembuangan air bekas ikan dan sampah yang tidak pada tempatnya.

“Buang air ikan sembarangan. Padahal dulu pemerintah sudah kasih tempat penampung air itu, cuma salah gunakan. Sekarang dibuang sembarang, efeknya jalan rusak sekali,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).

Ia menambahkan, aspal yang baru diperbaiki sekitar enam bulan lalu sudah kembali hancur. Kondisi tersebut sangat memengaruhi aktivitas, terutama saat musim hujan.

Baca Juga :  Sutarno, Pedagang Bakso di Kota Bajawa Resmi Terima Mobil Undian Simpedes 

“Pengaruhi sekali, apalagi musim hujan. Sampah juga dibuang di jalan, bukan di tempat sampah. Sampah plastik jadi seperti gunung,” kata Hastuti.

Menurutnya, kerusakan jalan merugikan semua pihak, baik pedagang maupun pengguna jalan.

Senada disampaikan seorang warga Waiwerang, Muhammad Hasan. Ia mengaku jalan memang rusak. Ia menjelaskan, kondisi jalan dan masuknya kendaraan ke area pasar menghambat aktivitas jual beli.

“Masyarakat kaki lima yang jual-jualan di pasar itu terhambat karena semua kendaraan masuk,” katanya, Rabu (21/1/2026).

Terkait upaya perbaikan, Muhammad Hasan mengatakan pemerintah kecamatan biasanya mengajukan kondisi jalan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) ke tingkat kabupaten.

Baca Juga :  Gempa Berkali-kali Guncang Adonara--'Mau Tinggal di Dalam, Tapi Tembok Rumah Banyak yang Retak'

“Kalau kondisi jalannya memang tidak baik, mereka akan ajukan ke tingkat kabupaten lewat musrenbang,” ujarnya.

Sementara itu, Hastuti menyebut jalan tersebut sudah beberapa kali diperbaiki, namun kembali rusak. Ia mengatakan hingga kini belum ada penyampaian atau tindak lanjut baru dari pemerintah.

“Belum ada penyampaian. Biasanya kalau mau itu camat turun langsung lihat lapangan, ini belum,” katanya.

Hastuti dan Muhammad Hasan berharap kondisi jalan ke depan bisa lebih baik. “Harapannya lebih bagus lagi, tapi semuanya kembali ke masyarakat juga soal kebersihan. Kondisi jalan ini juga secepatnya diperbaiki, ” harap mereka. *

Penulis : Muhammad Timur Sulaiman (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU
Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani
Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi
STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0
Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT
Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende
Berita ini 113 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:11 WITA

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:16 WITA

Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:52 WITA

STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0

Berita Terbaru

Feature

Menjaga ‘Tungku Perjumpaan’

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WITA

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA