MAUMERE, FLORESPOS.net-Dermaga 3 di Pelabuhan Laurens Say Maumere selama ini dipergunakan untuk sandar kapal-kapal penumpang termasuk kapal penumpang milik PT.Pelni meski dekat dengan pelabuhan barang termasuk peti kemas.
PT. Pelindo Cabang Maumere pun telah lama mengoperasikan dermaga 4 yang memiliki terminal penumpang bergaya modern dengan daya tampung sekitar 1.500 orang sebagai tempat bersandar kapal fery Dharma Rucitra VII dan kapal-kapal pesiar.
“Mudah-mudahan tahun 2026 ini kapal-kapal penumpang milik PT.Pelni sudah bisa bersandar di dermaga 4 yang fasilitas terminal penumpangnya sangat bagus,” ucap General Manager Pelindo Cabang Maumere, Angga Adi Prebawa, Senin (19/1/2026).
Angga mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan KSOP Laurens Say Maumere dan PT.Pelni Cabang Maumere dan sedang diusulkan ke Kementrian Perhubungan terkait rencana tersebut.
Ia menyebutkan, secara fasilitas dermaga 4 memang lebih baik dimana terminal penumpangnya pun bisa menampung penumpang lebih banyak dan memiliki fasilitas yang mumpuni.
“Kami berharap mudah-mudahan tahun ini sudah bisa berjalan. Kami juga sedang merencanakan memindahkan pelaku UMKM agar bisa menempati lokasi yang baru bila dermaga 4 sudah bisa beroperasi untuk melayani kapal Pelni,” ungkapnya.
Kepala KSOP Laurens Say Maumere, Ryan Partigor Hutabarat yang ditemui di kantornya menyebutkan,dermaga 3 terminal penumpangnya sudah tidak sanggup untuk menampung penumpang dalam jumlah besar.
Ryan menyebutkan, pihaknya memang mengarahkan agar kapal Pelni nantinya bersandar di dermaga 4 cuma memang ada skema-skema dan ada prosedur-prosedur yang harus dilalui.
Ia mengatakan, Pelni termasuk perusahaan yang menjalankan Public Service Obligation (PSO) atau Kewajiban Pelayanan Publik sehingga pihaknya harus berkoordinasi dulu dengan pusat untuk pemindahan kapal ini.
“Kami harapkan di tahun 2026 mendatang kapal Pelni sudah bisa bersandar di dermaga 4. Memang kami butuh koordinasi lagi untuk memindahkan kapal Pelni dari dermaga 3,” ucapnya.
Ryan menjelaskan, dalam menjaga keselamatan pelayaran memang dibutuhkan kapal-kapal asis (kapal tunda atau kapal pandu) untuk memandu kapal-kapal bersandar di pelabuhan.
Ia mengaku sedang berkoordinasi terkait pemanduan dan penundaan kapal yang akan bersandar di pelabuhan Laurens Say termasuk di dermaga 4 mengingat pelabuhan ini masih masuk kategori pelabuhan pemanduan luar biasa.
“Nanti kami akan melakukan koordinasi terkait dengan penetapan Perairan Wajib Pandu terhadap kapal-kapal.Nantinya kapal-kapal diatas 500 GT yang bersandar disini wajib dipandu,” pungkasnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










